3.103 Personil Komcad Ditetapkan, Sukamta : Bukan Untuk Petentang – Petenteng

  • Share
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, PhD.

RESPONS – Tercatat sebanyak 3.103 personil Komponen Cadangan (komcad) angkatan pertama ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto.

Menanggapi penetapan tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta memandang seiring dengan spektrum ancaman yang terus berkembang dan lingkungan strategis kawasan yang semakin dinamis, maka kebutuhan adanya Komcad menjadi penting untuk mendukung Komponen utama dalam upaya mempertahankan negara.

“Saya ucapkan selamat kepada Komcad angkatan pertama yang sudah terbentuk. Selamat bertugas,” ucap Sukamta, Kamis (7/10) dalam keterangan tertulis yang diterima oleh respons.id.

RESPONS JUGA : Empat Prioritas Utama Kementrian Pertahanan 2022

Menurutnya Komcad sebagai sumber daya manusia (SDM) bersifat sukarela, tapi jika sudah lolos seleksi wajib ikut latihan dasar kemiliteran (latsarmil) selama 3 bulan. Setelah ditetapkan sebagai Komcad, punya kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menjelaskan menjadi Komcad haruslah didasarkan kepada panggilan jiwa yang dilandasi cinta kepada tanah air dan bangsa. Menjadi Komcad bukan sebagai sarana gagah-gagahan, bukan untuk petantang-petenteng.

“Terpikul amanat dan beban di pundak untuk ikut mempertahankan negara. Terlebih lagi selama masa aktif, Komcad tunduk kepada hukum disiplin militer, wajib memenuhi perintah mobilisasi, karena fungsinya sebagai tentara cadangan, diberlakukan hukum yang sama dengan komponen utama (TNI),” terangnya.

Sukamta menjelaskan ketika masa tidak aktif, diharapkan Komcad tetap mampu menjaga sikapnya dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Komcad Bersama TNI tentunya, harus mampu mengayomi dan melindungi masyarakat luas, bekerja sama dengan komponen-komponen lain seperti Pamswakarsa di Polri,” ungkapnya.

Mantan Anggota Panja RUU PSDN ini juga menekankan, selain dari sisi SDM, Komcad juga meliputi sumber daya alam (SDA), sumber daya buatan (SDB) dan sarana-prasarana nasional. “Saya berharap kementerian Pertahanan juga jangan lupa untuk mengelola 3 resources non-SDM tadi secara tepat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan, di antaranya UU RI No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN),” katanya.

RESPONS JUGA : Empat Prioritas Utama Kementrian Pertahanan 2022

Pengelolaan Komcad 3 sumber daya ini tidak bersifat sukarela. Pemerintah memilih untuk kemudian menetapkan 3 sumber daya tadi menjadi Komcad. Pemilik tidak bisa menolak, sebagaimana diatur dalam UU PSDN Pasal 79, ada sanksi pidana penjara maksimal 4 tahun bagi pemilik dan pengelola SDA, SDB dan sarprasnas yang dengan sengaja tidak mau menyerahkan pemanfaatan sumber daya miliknya yang telah ditetapkan sebagai Komcad.

Bagi sumber daya yang ditetapkan sebagai Komcad, selama masa aktif, biaya perawatan dan pemeliharaan ditanggung oleh negara. Sebagai contoh, rumah si A berdasarkan analisis pemerintah masuk wilayah strategis yang harus dimasukkan ke dalam Komcad. Maka, selama masa aktif, biaya-biaya tadi ditanggung negara.

Jika terjadi perang dan rumah si A terjadi kerusakan atau bahkan hancur, maka tanggung jawab negara untuk membangunnya kembali. Ini lebih menguntungkan dari sisi pemilik, daripada jika rumahnya hancur akibat perang dan negara tidak menanggungnya karena bukan bagian dari Komcad.

“Nah, sekali lagi, pemerintah jangan lupa terhadap pengaturan-pengaturan sumber daya ini. Pengaturan ini kita harapkan memenuhi keadilan dari sisi hak asasi warga negara,” harap wakil rakyat dari Daerah istimewa Yogyakarta ini. (*/ara)

  • Share