Anggota Dewan Terima Banyak Keluhan Pembelajaran Online

Sofyan Setyo Dharmawan

RESPONS.id–Sebagian besar orangtua siswa mengeluhkan pelaksanaan pembelajaran online karena mereka harus meluangkan waktu dan pikiran untuk mengajari anaknya. Di sisi lain, anak sudah mulai bosan selama delapan bulan belajar di rumah.

Anggota Komisi D DPRD DIY Sofyan Setyo Dharmawan mengatakan dalam berbagai kunjungannya ke lapangan pihaknya mendapat banyak masukan baik dari sekolah maupun orangtua siswa hingga dari siswa secara langsung. Di mana orangtua sudah kewalahan menghadapi anaknya saat belajar online karena dipastikan materi yang djberikan guru belum tentu dapat diserap dengan baik, berbeda ketika belajar tatap muka secara langsung.

“Karena orangtua harus mengajari, mendampingi bahkan menjelaskan materinya, dan orangtua itu belum tentu menguasai materi. Ini butuh waktu yang khusus, orangtua terpaksa harus meluangkan, sementara mereka tidak semua memiliki waktu yang cukup karena harus bekerja. Memang dalam aplikasi online itu ada ruang untuk tanya jawab, tetapi sangat berbeda dengan tatap muka,” katanya, Rabu 2 November 2020.

Keluhan lain, kata dia, banyak orangtua yang melaporkan bahwa anak-anak mereka sama dengan tidak bersekolah saat pembelajaran online. Ia mencontohkan, saat ulangan harian yang dikirim secara online. Mau tidak mau orangtua biasanya terlibat dalam memberikan jawaban terhadap soal yang diberikan. Bahkan ada juga yang menyampaikan bahwa anak sudah merasa bosan setiap hari diberikan materi dengan metode penyampaian hampir sama.

“Termasuk keluhan terkait siswa yang merasa setiap hari diberikan tugas oleh guru sehingga mereka sudah malas membaca materi yang diberikan,” ucapnya.

Menurutnya keluhan soal sinyal atau keterbatasan kepemilikan ponsel tetap bisa diatasi dengan cepat. Namun terkait kemampuan anak dalam menerima materi pelajaran tentu menjadi hal yang sulit diatasi karena terkait dengan minat dan semangat belajar siswa.

“Ini kan dampaknya pada semangat belajar, kalau anak sudah bosan sudah pasti tidak punya semangat lagi untuk belajar, ini yang harus diatasi bersama-sama. Jangan sampai mempengaruhi kualitas SDM ke depannya,” ungkap politikus PKS ini.

BACA JUGA:

Komisi A DPRD DIY Dorong Penyelarasan Anggaran Penanganan Covid19

PKS Tepis Keraguan Nasionalisme

Menurut pria asal Godean Sleman ini bahwa pembelajaran jarak jauh membutuhkan inovasi dan konsep yang berbeda dengan tatap muka, guru sangat diharapkan bisa berperan sebagai motivator dan fasilitator namun hal ini belum terlihat dalam pelaksanaannya.

“Bekal yang diberikan oleh Dinas Pendidikan kepada para guru tidak cukup teknis pembuatan bahan ajar online saja tapi perlu komperhensif menyangkut paradigma, konsep dan motivasi,” katanya.

Sofyan akan segera melakukan tindak lanjut terkait banyaknya keluhan terkait pembelajaran online tersebut. Harapannya meski pun pandemi Covid-19 namun kualitas pembelajaran tetap terjaga dengan baik. Sehingga siswa-siswa yang berkualitas tetap bisa dihasilkan di tengah situasi darurat.(Ara)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.