APD, Ambulance Masih Minim, Rifki Dorong Pemkot Fasilitasi Relawan

Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Jogja, Rifki Listianto. Foto : respons istimewa.

RESPONS,JOGJA – Kelengkapan kerja para relawan penanganan COVID-19  berupa alat pelindung diri (APD) dan ambulance di Kota Jogja, masih minim. Akibatnya, penanganan di lapangan terkadang terhambat terutama di level kecamatan hingga perkampungan.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Jogja Rifki Listiyanto melihat permasalahan yang muncul di lapangan adalah minimnya prasarana dan sarana untuk mendukung sukarelawan dalam melakukan pekerjaannya antara lain berupa APD standar dan mobil ambulans untuk sarana tranportasi.

RESPONS JUGA : Sapa Warga, Rifki Listianto Siap Perjuangkan Aspirasi

Ia mengaku mendapatkan banyak laporan dari Sekretariat Bersama (Sekber), Sukarelawan di setiap kemantren yang kesulitan melaksanakan tugasnya karena keterbatasan fasilitas. Oleh karena itu, Rifki mengusulkan kepada eksekutif agar membantu sukarelawan dalam menjalankan tugasnya dalam membantu menangani pasien Covid-19.

“Pemerintah Kota Jogja sebaiknya segera mengkoordinasikan Sekber Kemantren dengan Puskesmas untuk diberikan fasilitas APD serta penggunaan ambulans Puskesmas dalam membantu menangani pasien yang menjalani isolasi mandiri, ” terang Rifki, dalam keterangan tertulis yang diterima respons.id, Rabu (14/ 7).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja itu mengatakan Karena kondisi di lapangan terkadang sangat memprihatinkan. Banyak warga yang ingin ke rumah sakit tetapi harus menunggu jemputan transportasi selama berjam-jam karena harus bergiliran.

RESPONS JUGA : Ketua PDM Jogja Sebut PAN Partai Dekat Muhammadiyah

Ambulans yang ada di setiap puskesmas se-kota Jogja ini harapannya bisa dikerjasamakan dengan sekber sukarelawan kemantren selama 24 jam. “Sehingga ketika ada warga isolasi mandiri yang butuh diantar ke rumah sakit maka tersedia transportasi dan penanganan jadi lebih cepat. Ambulans puskesmas nganggur tetapi karena tidak ada regulasi untuk itu (membantu penanganan Covid-19), maka kami mendorong pemkot membuat aturan,” katanya.

Melalui penanganan yang cepat, diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk menekan melonjaknya kasus positif. Rifki merasa prihatin memasuki hari ke-10 PPKM Darurat di Kota Jogja justru kasus positif semakin merangkak naik setiap harinya. Hal ini membuat nyaris sebagian besar kelurahan masuk dalam kategori zona merah.

“Kami mengapresiasi banyaknya elemen masyarakat yang bersedia menjadi sukarelawan hingga level perkampungan dalam membantu penanganan Covid-19, karena itu penting mengimbangi semangat warga tersebut, dengan dukungan sarana prasara baik APD maupun ambulance,” terang pria, Patehan, Kraton, Kota Jogja, itu. (Ara/Age)

Response (1)

Comments are closed.