Atap dan Parkir Pasar Imogiri Belum Memadai

  • Share

RESPONS.id – Pasar Imogiri di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul telah memenuhi sebagai pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun secara estetis beberapa ruang bangunan masih belum memadai, antara lain kondisi atap yang membuat pembeli kehujanan serta ruang parkir yang belum sesuai.

Demikian menjadi temuan, saat Komisi B DPRD DIY, didampingi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, melakukan kunjungan lapangan, di Pasar Imogiri, Rabu (11/3/2020).

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY RB Dwi Wahyu Budiantoro menjelaskan kondisi Pasar Imogiri secara estetis masing terdapat beberapa kekurangan. Misalnya, di bagian atap pasar akses pembeli dan ruang parkir.

“Pembeli masih kehujanan karena di bagian atap belum memadai, untuk ruang parkir juga belum memadai, ” terang Duwi.

Untuk menutup beberapa kekurangan tersebut, Duwi mengatakan perlu segera dilakukan rehab bangunan dengan menggunakan skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Dana Keistimewaan (Danais). “Bisa dikejar dengan anggaran berikutnya,” katanya.

Ia mengakui Detail Engineering Design (DED) beberapa pasar di Bantul setelah direalisasikan dalam bangunan, ternyata masih terdapat berbagai kekurangan. Karena itu ia meminta agar Dinas Perdagangan Bantul dan pihak pengelola pasar melakukan inventarisasi untuk keperluan rehab.

Alokasi anggaran untuk pasar memungkin bersumber dari danais. Perubahan danais sendiri dalam setahun bisa tiga kali. Adapun pemanfaatan danais di Kabupaten Bantul tahun 2020 masih tergolong rendah, yaitu Rp28 miliar dari total anggaran danais tahun ini sebesar Rp1, 32 triliun. “Tinggal bagaimana kabupaten/kota bisa aktif menginventarisasi untuk di-BKK-kan dengan skema Danais,” saran dia.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Aprianto, yang mendampingi kunjungan rombongan Komisi B DPRD DIY tersebut mengakui masih perlu perbaikan dari aspek estetika demi kenyamanan pengunjung.

Perbaikan meliputi perlunya atap peneduh agar pengunjung tidak kehujanan, dan penambahan atau perbaikan saluran air hujan (SAH). Selain itu fasilitas parkir perlu ditambah dan direhab, mengingat rata-rata pengunjung membawa kendaraan bermotor.

Pasar Imogiri sendiri merupakan satu dari 38 pasar tradisional se-Indonesia yang bersertifikat SNI. Sejak tiga tahun terakhir Pasar Imogiri memenuhi standar SNI, diantaranya penataan pedagang, aksesibilitas dan zonasi, manajemen keuangan. Sarana kelengkapan fasilitas umum juga telah terpenuhi seperti ruang laktasi, tempat ibadah, parkir, pos kesehatan, ruang merokok dan lainnya.

“Harapannya dengan kelengkapan fasilitas itu dapat mendorong kunjungan warga ke Pasar Imogiri. Kedepan diharapkan beberapa kekurangan dalam aspek estetika juga dapat dilengkapi, ” tutur Yanto. (Ara) 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.