Bertemu Wanita Bermasker di Malioboro, Puluhan Tukang Becak dan Ojol Bergembira

RESPONS.id – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap lesunya aktifitas para pelaku usaha di Malioboro, Kota Yogyakarta. Diantaranya para tukang becak, ojek online (ojol) yang harus rela mangkal berjam-jam untuk menunggu penumpang ditengah kegiatan ekonomi yang nyaris lumpuh di jantung kota Yogyakarta, itu.

Namun, kali ini angin segar seolah datang menghembus ditengah situasi Malioboro yang tampak murung. Pun suasana yang semula sepi seketika pecah, saat mereka bertemu dengan seorang wanita bermasker yang tiba-tiba datang membagikan uang. Wanita bermasker itu juga membaur bersama puluhan tukang becak dan ojol untuk menjajakan makan siang tepatnya di penggal jalan pedestrian sisi timur, di depan gedung DPRD DIY, Jumat 3 Juli 2020, sekitar pukul 13.30.

Tak lain, sosok wanita dermawan dibalik masker yang menutupi separuh wajahnya tersebut adalah Yuni Astuti, yang sebelumnya sempat viral lewat aksinya menyebar uang dari atas mobil Hummer oranye. Ia memborong dagang soto dagangan warung soto dan bakso. Semua yang makan di tempat itu digratiskan, tidak hanya tukang becak dan ojol, namun juga ada para pelaku guide wisata, pedagang kaki lima dan lainnya. Masih kurang, usai makan siang, Yuni pun memborong rokok dari pedagang asongan yang sedang melintas untuk dibagikan kepada mereka yang saat itu berjajar duduk lesehan.

Yuni pun menyapa mereka dalam bahasa Jawa halus dengan menanyakan siapa saja yang belum mendapatkan penumpang. “Sinten ingkang derek narik?,” tanya Yuni. Merespons pertanyaan itu, sontak hampir semuanya langsung mengacungkan tangan serta mengatakan dalam bahasa jawa “Kulo, kulo, Kulo (saya, saya, saya),”. Yuni juga bertanya siapa yang rumahnya paling jauh dari Malioboro. Mereka pun bersahutan menjawab dari beragam daerah asal.

Usai beberapa saat berdialog, Yuni pun mengeluarkan banyak lembaran uang lima puluhan ribu yang terbungkus dalam plastik transparan. Satu persatu, semuanya mendapatkan bagian. Suasana kegembiraan pun pecah. Bahkan saking semangatnya ada yang sampai menempelkan uang itu di dahinya sambil berkali-kali mengucap terima kasih disertai doa semoga selalu sehat. “Semangat bekerja nggih Pak,” pesan Yuni.

Beberapa perempuan pekerja pusat perbelanjaan yang kebetulan sedang istirahat pada jam makan siang, tidak luput dari rezeki nomplok lewat pemberian Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BPPP) DIY ini.

Yuni Astuti bersama para pekerja toko di Malioboro.

Begitu senangnya ditraktir makan gratis dan diberi uang, mereka berkali-kali mengucap terima kasih dilanjutkan mengajaknya foto bersama.

Tak berselang lama melintas pedagang asongan celana kolor. Lelaki itu terhenti langkahnya saat dipersilakan makan gratis kemudian dagangannya dibeli dan dibagikan.

Nawaitu seorang pengemudi becak motor mengaku sejak pagi belum mendapatkan penumpang. Menurutnya pendapatannya berkurang drastis sejak terjadi Pandemi covid19. “Biasanya bisa narik penumpang tiga-lima kali namun akhir akhir ini sekali saja mbuh-mbuhan (untung-untungan),” katanya.

Ia pun merasa senang dengan aksi bagi-bagi uang di Malioboro, karena ternyata ada yang peduli dengan para pengemudi becak motor. “Sudah makan, dapat rokok, tambah uang, lengkap bagi-baginya,” ucapnya.

BACA: Serukan Indonesia Jangan Menyerah, Wanita Bermasker Ini Bantu Ratusan Honorer RS Rujukan Covid

Wanita itu Kembali Sebar Uang, Bupati Kulonprogo Support PP DIY

Di Jogja, Warga Berhamburan Berebut Sebaran Uang

Usai menyambangi para tukang becak, Istri dari R Faried Jayen Soepardjan, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DIY ini sempat mengajak dialog para pengemudi ojol. Salah seorang perempuan pengemudi ojol, Mara, terkejut dipanggil ikut makan dan diberi uang. Warga Danurejan Kota Yogyakarta ini mengucap syukur mendapatkan rizki nomplok. Ia juga mengaku menjadi tulang punggung keluarga Lantaran suaminya dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja sejak 1 Juni silam.

Yuni Astuti bersama suami dan putranya membersamai para pengemudi jasa ojol di Malioboro.

Aksi sosial bagi-bagi uang yang dilakukan Yuni yang kesekian kalinya ini murni atas inisiatifnya sendiri dan muncul secara spontan. Dipilihnya Malioboro mengingat selama pandemi Covid-19 geliat perekonomian di kawasan ini nyaris lumpuh. Kini para pelaku usaha kecil mulai mencoba bangkit meski belum sepenuhnya bisa kembali seperti semula karena sepinya wisatawan.

“Mereka punya keluarga. Pengemudia betor ini rata-rata usianya sudah lanjut. Saya ajak mereka makan bareng dan saya beri tali asih biar bisa dibawa pulang untuk keluarganya,” ungkap Yuni.

Menurut dia, dalam kondisi seperti sekarang ini para pedagang di Malioboro hanya sebatas seperti istilahnya hanya sekadar menjemur dagangan biar tidak terkena jamur. “Kasihan juga. Melihat kondisi seperti ini kita tidak bisa diam. Alhamdulillah saya ada sedikit rizki untuk berbagi. Ini rangkaian dari giat saya. Saya akan terus berbagi dan itu rutin,” ungkap Yuni.

Dia menegaskan aksi ini tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik. “Terserah saja jika ada yang beranggapan macam-macam. Tapi yang jelas kegiatan murni sosial ini sudah berlangsung lama dan rutin,” tandas Yuni. (Ara)