Bupati Sleman Ajak Tandem Pemuda Muhammadiyah

  • Share
Pimpinan Pemuda Muhammadiyah DIY, para Ketua Pemuda Muhammadiyah dari masing-masing Kabupaten/Kota se-DIY diacara Rapimwil bertempat di Kopi Jongke, Sleman, Minggu (20/6). Foto : respons istimewa

RESPONS, SLEMAN- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY menggelar rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) pertama, Ahad (20/6) di Kopi Jongke Sleman. Dalam kesempatan itu hadir menyampaikan sambutan yaitu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, yang mengajak Pemuda Muhammadiyah bertandem dengan pemerintah lokal, salah satunya dalam upaya pengentasan angka kemiskinan.

Menurut Kustini, Rapimwil menjadi momentum yang tepat untuk turut berpartisipasi menyelesaikan permasalahan masyarakat. Ia pun mengajak agar Pemuda Muhammadiyah bisa bersinergi dengan pemerintah.

“PWPM harus bertandem dengan pemerintah lokal untuk berkolaborasi dalam persoalan pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain,” ungkap istri mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, itu.

Kustini juga mengungkapkan pemuda dalam sejarah selalu tampil di garis depan untuk melakukan perubahan.

RESPONS JUGA : Pemuda Muhammadiyah DIY Sasar Grass Root, Bagikan Sembako

Rapat pimpinan paruh periode tersebut mengusung tema “Memaksimalkan Peran Pemuda di Masa Pemdemi, Bermanfaat untuk Ummat dan Bangsa. Adapun pelaksanaan kegiatan digelar secara hibrid diikuti pimpinan harian secara offline dan anggota bidang secara online.

Sekretaris PWPM DIY, Dian Korprianing Nugroho dalam sambutannya menyampaikan perlunya untuk tetap produktif walaupun di masa pandemi. Sikap produktif dengan mencari alternatif kegiatan-kegiatan yang tidak melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Meskipun masa pandemi, kita harus tetap produktif dengan mencari kegiatan alternative,” ungkap Dian.

Pimpinan Pemuda Muhammadiyah lainnya Untung Cahyono, juga meminta agar Pemuda Muhammadiyah berperan aktif di masjid sekitarnya. “Jangan sampai kita yang bangun, tapi dikelola orang lain,” ungkapnya.

RESPONS JUGA : Pemuda Muhammadiyah DIY Luncurkan Beras Istimewa

Untung Cahyono menguraikan saat ini Ormas Islam, termasuk Muhammadiyah kekurangan ulama. “Banyak ahli manajemen, ahli pendidikan, tapi kekurangan sosok yang punya kompetensi ulama,” tuturnya. Maka ia berharap kader Muhammadiyah yang ideal harus punya kompetensi-kompetensi khusus seperti kepemimpinan, keagamaan, dan kemanusiaan.

“Kalau kita tidak punya dasar Quran dan Sunnah yang memadai, bagaimana kita mau melangkah? Kader Muhammadiyah harus punya ilmu alat yang memadai. Ciri orang hebat itu pasti menguasai banyak bahasa. Minimal Arab dan Inggris,” imbuhnya.

Hadir juga Iwan Setiawan yang mewakili PP Pemuda Muhammadiyah. Mantan Ketua PWPM DIY itu memberikan apresiasi pelaksanaan Rapimwil tersebut.

RESPONS JUGA : Pimpin PM Jogja, Sholzu Minta Kader Seperti Buah Tanpa Musim

Adapun Kompol Wahyu Dwi Nugroho dari Polda DIY, meminta agar Pemuda Muhammadiyah menjadi pioner dalam penegakkan protokol kesehatan. “Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pioner sosialisasi ketaatan protokol kesehatan. Karena angka DIY yang terus naik, apalagi di akhir pekan,” katanya.

Dari unsur legislatif yaitu Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta, menuturkan saat ini memiliki angka kemiskinan tertinggi di Jawa Bali, bahkan di atas angka rata-rata nasional. “Gini ratio tertinggi di Indonesia bahkan ada di DIY. Untuk itu kami membutuhkan support, dukungan dan gagasan dari Pemuda Muhammadiyah DIY,” ungkap Ketua DPW PAN DIY, itu. (*/Age)

  • Share