Dari Batik, Wukirsari Menuju Pengembangan Desa Wisata Bertaraf Internasional

RESPONS. id – Batik sebagai salah satu produk jenis tekstil memiliki keistimewaan tersendiri. Selain karena telah menjadi komoditas ekspor, batik juga telah mendapatkan pengakuan sebagai warisan dunia dari UNESCO sebagai Warisan Kemanusian Nonbendawi.

Kepopuleran batik yang telah mendunia tersebut tidak lepas darimana aliran produksi kerajinan batik. Salah satu hulu kerajinan itu berpusat di Kampung Giriloyo,  Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Sejak tahun 2008, Giriloyo identik sebagai Kampung Batik. Dari produksi batik yang terus berkembang, Giriloyo pun menjadi primadona wisata utama di Desa Wisata Wukirsari, Imogiri, Bantul.

Kampung Batik Giriloyo sebagai salah satu pusat produksi batik memiliki sebanyak 500 pengrajin batik. Mereka tersebar di tiga pedukuhan dan terbagi dalam 12 kelompok. Ketua Paguyuban Batik Tulis Giriloyo sekaligus Ketua Pengelola Desa Wisata Wukirsari, Isnaini Muhtarom, menjelaskan seluruh kelompok pengrajin batik tergabung dalam Paguyuban Batik Tulis Giriloyo yang mengelola Kampung Batik Giriloyo di Gazebo Wisata Giriloyo.

Menurut dia, setiap tahun Kampung Batik Giriloyo mengalami kemajuan dari sisi manajemen pengelolaan kerja. Dari jumlah kunjungan dan omzet tahunan juga mengalami peningkatan. Progres positif juga ditunjukkan dengan adanya pengembangan usaha dan paket wisata.

“Disini tersedia showroom untuk penjualan hasil produksi pengrajin batik, juga mengelola kegiatan wisata edukasi batik, ” terang Isnaini, Rabu (11/3/2020).

Isnaini mengaku untuk mendukung pengembangan Kampung Batik Giriloyo masih ada beberapa bagian yang perlu dibangun. Harapannya, kedepan Kampung Batik Giriloyo dapat dilengkapi dengan museum batik. Museum batik mencakup keberadaan batik, adanya pengrajin dan produk batik, serta tanaman-tanaman yang bisa menjadi pewarna alami batik. “Maka dengan demikian wisata edukasi lebih optimal, ” katanya.

Namun dari prioritas pengembangan yang dibutuhkan di Kampung Batik Giriloyo saat ini adalah penambahan pendapa atau gazebo. Pendapa utama saat ini tidak mampu menampung pengunjung  yang cenderung terus meningkat.

“Kapasitas pendapa utama tidak mampu menampung Jika dalam sehari datang 3-4 kelompok yang berjumlah ratusan orang,” ucap dia.

Isnaini mengaku sebagai pengelola wisata juga merasa kewalahan, jika para pengunjung mengambil paket wisata, sehingga terpaksa harus meminjam tempat ke Balai Dusun dan rumah-rumah warga.

Progres kemajuan Kampung Batik Giriloyo terus dikembangkan. Pengembangan wisata ditujukan untuk memperkuat identitas sebagai Kampung Batik. “Kami ingin mewujudkan target Wukirsari sebagai desa wisata bertaraf internasional pada 2022,” tutur Isnaini.

Target meraih label Wukirsari sebagai desa wisata bertaraf internasional bukanlah hal melangit dan angan-angan. Desa Wukirsari potensial menjadi desa wisata internasional yang komplet.

Selain Kampung Batik Giriloyo yang jadi destinasi wisata utama, di desa Wukirsari terdapat beberapa spot obyek wisata pendukung yang saling melengkapi. Potensi wisata itu antara lain, wisata alam, makam raja, dan wisata religi. “Itulah yang akan kami kembangkan,” jelasnya.

Ketenaran Kampung Batik Giriloyo juga mengundang para pemangku kepentingan DIY untuk datang dan mengetahui secara lebih dekat. Rabu, (11/3/2020) kemarin, rombongan Komisi B DPRD DIY berkunjung di Kampung Batik Giriloyo. Setelah mengetahui permasalahan yang ada, Komisi B meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY atau Dinas Pariwisata DIY untuk membuat Detail Engineering Design (DED) terkait pengembangan Kampung Batik Giriloyo.

“Pembuatan DED ini bisa dilakukan parsial oleh Dispar DIY atau Disperindag DIY, maupun secara terintegrasi dengan grand design yang melibatkan berbagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, ” terang Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto.

Politisi Gerindra itu menyatakan pembuatan  kampung batik tersebut harus selesai pada tahun ini. Targetnya, di tahun 2021 sudah diimplementasikan penambahan pendapa, pegembangan showroom dan kebutuhan lainnya.

Ia mengungkapkan, banyak sektor kegiatan yang terealisasi di Kampung Batik Giriloyo maupun mewujudkan desa Wukirsari sebagainwisata bertaraf internsional. Sebagai misal sektor pariwisata, perdagangan, pendidikan, tenaga kerja, maupun BPD DIY untuk permodalan.

“Banyak OPD bisa masuk sebenarnya, karena banyak sektor yang kegiatan yang teraplikasi di sini,  Pengembangan kampung batik dan desa wisata ini harus disengkuyung bersama-sama,” ungkap Danang. (Ara)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.