Dewan Minta Tambahan Vaksin di Jogja Segera Turun

  • Share
Vaksinasi di Kantor Kemantren Mergangsan, Senin (26)7). Foto : respons.id

RESPONS, JOGJA – Stok vaksin di Kota Jogja belum sepenuhnya menjamin kecukupan vaksinasi warga. Guna menjamin hal itu, maka dari DPRD Kota Jogja meminta agar pemerintah maupun pemerintah provinsi DIY segera menurunkan tambahan vaksin.

“Antusiasme warga mengikuti vaksinasi harus diiringi kecukupan ketersediaan vaksin. Kepercayaan ini harus dijaga, dengan menjamin kebutuhan vaksin, untuk semua kalangan,” kata Anggota Pansus Pengawasan Penanganan COVID-19 DPRD Kota Jogja, Nurcahyo Nugroho, Jumat (30/7).

RESPONS JUGA : Politisi PKS Ini Ingatkan Program “Merdeka Vaksin” Harus Serius

Nurcahyo mengajak Pemkot untuk mengantisipasi agar vaksin tidak sampai kehabisan. Menurutnya beberapa waktu lalu, Pemkot pun sudah menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat, guna meminta alokasi 100 ribu dosis.

Tambahan tersebut, tuturnya, untuk mendukung program ‘Merdeka Vaksin’ yang sedang digencarkan Pemkot, demi merealisasikan herd immunity, atau kekebalan komunal, mulai 17 Agustus 2021 mendatang.

“Informasi yang saya terima bahwa pemerintah pusat janji, siap memberikan tambahan 100 ribu dosis untuk Kota Jogja. Saat ini, Pemkot berusaha mengejar targetnya, lewat program ‘Merdeka Vaksin’ itu, ya,” ucap politisi PkS, itu.

“Vaksinasi digelar, selain reguler di rumah sakit, klinik, Puskesmas, juga di sentra vaksinasi, sekolah, serta yang berbasis kecamatan. Makanya, melihat stoknya, jangan sampai kehabisan,” sambung Nurcahyo.

RESPONS JUGA : Desak Refocusing APBD Jogja Tangani Covid-19

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan sejauh ini stok vaksin yang ada di gudang penyimpanan vaksin sekitar 30 ribuan dosis dan siap disuntikan kepada sasaran masyarakat.

Emma menjelaskan stok vaksin di fasilitas kesehatan pun juga masih tercukupi sekitar 10-20 ribuan untuk sasaran vaksinasi reguler di 13 rumah sakit, 3 klinik, dan 18 puskesmas. Jumlah ini terbilang mencukupi untuk penyuntikan beberapa hari ke depan. Terlebih, pada bulan Agustus ini pihaknya mulai menggencarkan vaksinasi selama full enam hari kerja.

“Kita langsung koordinasi dengan pusat. Jadi, kita minta buffer-nya pusat, bukan provinsi. Terakhir itu, kita minta tambah 100 ribu,” katanya.

Untuk memastikan ketersediaan vaksin, pihaknya pun menjalin koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, supaya memberikan alokasi tambahan. Sehingga, giat ‘Merdeka Vaksin’ bergulir lancar.

“Kita berusaha terus, ya, minta ke pusat. Pak Wali Kota sendiri yang turun tangan, telpon ke Menteri Kesehatan, maupun ke Dirjen,” tutur dia. (Ara/Age)

  • Share