Disparitas Jaringan Internet Problem Sistem Belajar dan Bisnis

  • Share
EVP Nelnet International, Joe Egan. Foto: dok istimewa.

RESPONS, JOGJA – Di masa pandemi, jaringan internet yang terjangkau semakin menjadi kebutuhan. Terlebih seiring adanya perubahan sistem pembelajaran dan bisnis. Masalahnya, antara wilayah perkotaan dan pedesaan serta antarpulau, masih terjadi kesenjangan jaringan internet.

Menyitir data Indonesian Internet Providers Association, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 196 juta penduduk. EVP Nelnet International, Joe Egan, mengakui dampak pandemi sangat besar terhadap semua sektor, termasuk dunia pendidikan. Bagi setiap universitas atau lembaga pendidikan tinggi perlu memahami kebutuhan pelanggan mereka, mengintegrasikan dengan kebutuhan dan harapan keluarga dan siswa serta proses usaha.

RESPONS JUGA:Investasi Pendidikan di Masa Pandemi Tak Boleh Berhenti

Khususnya universitas, perlu menyesuaikan dan beradapatasi dengan teknologi terbaru, untuk menyelenggarakan proses pendidikan di tantangan zaman saat ini. “Kami menyadari betul persoalan ini. Kami menghadirkan platform pendidikan dan perdagangan yang kuat, yang menyatukan strategi, orang, proses dan teknologi, ” terangnya, Rabu (31/3).

Pihaknya mendukung pelanggan sektor pendidikan, pemerintah daerah, dan perawatan kesehatan, untuk membangun usaha mereka yang berfokus pada masa depan. Sebagai divisi dari Nelnet Business Services Inc, kami melayani lebih dari 11.000 sekolah K-12 dan 1.200 institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia.

Joe Egan menuturkan pengembangan pendidikan di Indonesia yang bertumpu pada teknologi, masih akan menghadapi tantangan salah satunya dari kesiapan jaringan telekomunikasi internet yang merata. Disparitas jaringan antara penduduk perkotaan dan penduduk pedesaan, masih terjadi.

“Sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah dan swasta untuk membangun jaringan infrastruktur di daerah rural. Akses jaringan saat ini dan pasca-Covid-19 akan menjadi sangat penting untuk penyelenggaraan pendidikan bagi siswa dan keluarganya,” terangnya.

RESPONS JUGA:Sekolah Daring Jadikan Anak Malas

Joe menambahkan, peranan teknologi dalam dunia pendidikan, akan semakin penting. Berdasarkan pengalaman Nelnet, teknologi berperan meningkatkan kualitas pendidikan.

Teknologi memberi kesempatan bagi universitas dan sekolah, untuk mengelola operasional, meningkatkan kualitas penyelenggaraan jasa pendidikan dan membangun komunikasi antara mahasiswa, staf dan keluarga. Cara mengelola dan menyelenggarakan pendidikan saat ini sudah berubah. Perubahan didorong oleh teknologi, inovasi dan ekonomi digital. (Ara)

  • Share