DIY Songsong Abad Samudera, Kapal Besar Berlabuh di Pantai Gesing

  • Share

RESPONS.id –  Visi “Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja,” sebagai tema besar pembangunan DIY 2017-2020. Penjabaran visi tersebut diantaranya mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY wilayah selatan sebagai perlintasan Samudera Hindia.

Sebagai realiasinya,  salah satu kegiatan proyek besar yang tengah dirancang DIY adalah pembangunan pelabuhan perikanan di Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Saat ini Pantai Gesing merupakan pangkalan pendaratan ikan dan akan dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan yang mampu menampung lalu lintas kapal besar berukuran 10-30 grass ton (GT). Hanya saja, suplai dana pembangunan yang dibutuhkan tidaklah sedikit, diperkirakan mencapai Rp500 miliar.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) DIY Bayu Mukti Sasongka menejelaskan pembangunan pelabuhan tersebut sebagai bagian realisasi visi Gubernur DIY 2017-2022 yaitu Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja. Jika pembangunan berjalan normal, pelabuhan akan operasional pada awal 2023.

“Namun kami masih akan mengupayakan langkah terobosan untuk percepatan sehingga bisa beroperasi pada akhir 2022,” terang Bayu saat meninjau lokasi di Pantai Gesing bersama rombongan Komisi B DPRD DIY, Senin (16/3/2020).

Tahapan pembangunannya, tahun 2020  kajian master plan Detail Engineering Design (DED), dan kajian perencanaan penggunaan lahan. Kemudian di tahun 2021 Analisis dampak lingkungan (Amdal), appraisal harga tanah dan pembebasan lahan. Sedangkan, awal 2022 mulai konstruksi.

Sementara itu luasan lahan yang digunakan untuk pelabuhan tersebut mencapai 10 hektare. Rinciannya, Tanah Kasultanan (Sultanaat Grond/SG) sekitar satu hektare, lahan penduduk 9 hektare. Sumber dana pembebasan lahan sendiri akan diambilkan dari dana istimewa (danais). “Dari danais sebesar Rp100 miliar untuk pembebasan lahan 10 hektare itu, ” terang Bayu.

Lahan seluas 10 hektare tersebut, terpetakan sekitar 5 hektare untuk kolam, sisanya untuk fasilitas seperti cool storage Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan fasilitas pendukung. Bayu menjelaskan pembangunan pelabuhan ikan dengan konsep tourism fishing port, ditargetkan operasional paling lambat awal 2023, dan diharapkan menjadi salah satu primadona DIY.

Ketua Kelompok Nelayan Gesing Panjolo Mulyo, Tugimin mengatakan di kawasan tersebut terdaftar 73 nelayan. Selama ini, para nelayan menggunakan perahu jungkung atau kapal motor sebagai armada menangkap ikan.

“Harapannya nanti bisa memakai kapal yang lebih besar, sehingga produksi ikan segar dari Gesing meningkat. Diharapkan itu akan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat Gesing” katanya.

Sementara itu, rombongan kunjungan Komisi B DPRD DIY, yang diketuai Danang Wahyu Broto memperkirakan nilai investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan pelabuhan bisa mencapai Rp500 miliar. “Itu sudah termasuk Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan, ” tutur Danang.

Politisi Gerindra itu mengungkapkan pembangunan pelabuhan ikan di Pantai Gesing dibiayai secara multiyears (tahun jamak) dari APBD DIY dan Danais. Ia melihat lewat kawasan pantai sangatlah mendukung, karena kontur kawasan pantai yang secara alami mampu menahan gelombang

“Artinya pembangunan pelabuhan di Pantai Gesing sangatlah strategis dan bisa menghemat lebih dari Rp 100 miliar rupiah, karena tidak perlu lagi dibangun pemecah gelombang (breakwater). Harapannya memang mampu menjadi primadona dan jadi halaman depan DIY,” ucap Danang.

DIY sendiri memiliki garis pantai 126 KM, yang  mencakup tiga wilayah Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo. Memiliki posisinya strategis dalam perlintasan ekonomi wilayah Samudera Hindia. (Ara)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.