Dorong Nandur Sek Dipangan, Mangan Sek Ditandur

RESPONS, JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya ketahanan pangan. Meskipun berada di wilayah padat penduduk dan mengalami keterbatasan lahan namun upaya mempertahankan ketahanan pangan terus dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan ruang-ruang lorong kampung.

Seperti yang dilakukan warga di RW 06, Rejowinangun, Kotagede. Warga bahu- membahu, bergotong royong melakukan penanaman bibit sayuran yang berada di lorong Sayur Gembira, Jumat (6/3). Tak ayal, peran aktif warga itu mendapatkan respons positif dari Pemkot Jogja, bahkan dari pihak legislatif.

Pun mereka berkunjung ke lokasi tersebut, seperti Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang dan Dinas-dinas lainnya terkait. Sedangkan dari DPRD Kota Jogja terlihat Anggota Komisi A, Indaruwanto Eko Cahyono.

RESPONS JUGA:Beri Selamat, PAN DIY Siap Kawal Kinerja Bupati Sleman

Tagline yang diusung pun memberikan pesan visioner, yaitu “Nandur Sek Dipangan, Mangan Sek Ditandur”. Istilah dari bahasa jawa yang artinya menanam yang dimakan, makan yang ditanam. Menurut Ndaru sapaan akrab Indaruwanto Eko Cahyono, keberadaan lorong sayur tersebut diharapkan menjadi bagian upaya dalam rangka melakukan ketahanan pangan ditingkat wilayah.

“Jadi Nandur sek dipangan, Mangan sek ditandur ini diharapkan bisa menjadi salah satu program untuk mencukupi kebutuhan di wilayah,” terang Ndaru.

Politisi PAN asal Kotegede itu juga mengungkapkan terkebih di masa pandemi seperti saat harga kebutuhan pangan melambung tinggi, maka diharapkan dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan ditingkat keluarga.

Lebih jauh Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Jogja itu msngatakan penanaman bibit sayuran di lorong kampung bentuk kreatifitas warga untuk memanfaatkan ruang-ruang kosong yang masih tersisa di perkampungan.

RESPONS JUGA:New Comers Warnai DPRD Jogja, Tertinggi Indaruwanto

“Mengingat wilayah di Kota Jogja sendiri merupakan wilayah padat, namun warga tidak lantas enggan memproduksi sayuran, mereka tetap kreatif dengan memanfaatkan ruang kampung yang ada, saya sendiri sangat mengapresiasi dan patut untuk terus didorong dan dikembangkan,” ucap dia. (Ara)

Response (1)

Comments are closed.