DPR RI : Ironi, TKA Masih Berdatangan Ditengah Ledakan Covid-19

Rombongan tenaga kerja asing memasuki Indonesia. Foto : istimewa

RESPONS, JAKARTA – Pemerintah masih memberikan izin kepada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang datang ke Indonesia. Padahal, belakangan terjadi ledakan kasus penularan covid-19 yang semakin tak terkendali.

Beredar informasi mengenai kembali datangnya tenaga kerja asing (TKA) asal China di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, beberapa hari lalu. Padahal pemerintah baru saja menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa Bali.

RESPONS JUGA : RS Sarjito Krisis Oksigen, Sukamta : Pemerintah Segera Turun Tangan

Menurut anggota DPR RI, Sukamta menyebut terjadi anomali ketika pemerintah Indonesia terus memberikan izin kepada TKA di tengah meledaknya Covid-19 dan terus bertambahnya jumlah pengangguran akibat PHK.

“Pemerintah anomali, aneh bin ajaib. Berulangkali terjadi orang-orang asing dari luar negeri dan TKA bisa masuk ke Indonesia ketika pembatasan kedatangan dari luar negeri diberlakukan. Padahal pembatasan dilakukan untuk mencegah masuknya virus covid-19 varian baru dari luar negeri. Ini ironi, TKA masih berdatangan ditengah ledakan kasus covid-19, kasus Covid-19 meledak, varian baru masuk,” terang Sukamta melaui pesan tertulis yang diterima respons.id, Senin (5/7).

Pemerintah berdalih TKA tetap bisa masuk ke Indonesia ketika Covid-19, jika sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) untuk di tempatkan bekerja di proyek strategis nasional. Di sisi lain, kedatangan TKA menjadi sebuah ironi. Covid-19 membuat banyak orang di PHK, pengangguran meningkat. Namun TKA terus berdatangan.

“Kami heran dengan pemerintah. Alasan TKA bekerja di proyek strategis nasional karena tidak ada tenaga kerja Indonesia sesuai skill yang dibutuhkan. Ini menghina kualitas anak negeri!. Masih banyak rakyat Indonesia yang memiliki skill mumpuni tapi mereka belum dioptimalkan,” ungkapnya.

Anggota DPR RI asal dapil DIY ini mengingatkan, walaupun izin telah diberikan sesuai dengan aturan namun pemerintah lupa mengenai norma kepatutan.

RESPONS JUGA : PKS DIY Minta Gubernur Tak Ragu Tarik Rem Darurat

Sebagai informasi 20 TKA datang ke Bantaeng, Sulsel untuk bekerja di smelter nikel milik PT Huadi Nickel Alloy Indonesia di Kabupaten Bantaeng, Sulsel. Kedatangan 20 orang TKA ini menambah jumlah TKA di Sulsel. Menurut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel selama semester I tahun 2021 saja, sudah ada 228 orang TKA masuk ke Sulsel. (*/Ara).

Response (1)

Comments are closed.