Driver Online Nekat Aksi Mogok Makan

  • Share

RESPONS.id – Aksi mogok makan nekat dilakukan dua driver taksi online dari Front Independen Driver Online Indonesia (FI) yaitu Andi Kartala dan Sadar Gimbal, di halaman Kantor Perwakian PT Karya Anak Bangsa DIY kawasan Giwangan, sejak Selasa (9/4) pagi.

Mereka memprotes beberapa kebijakan baru perusahaan penyedia taksi online baik Go-Jek maupun Grab yang dianggap sepihak dan memberatkan para pengemudi. Mewakili FI, keduanya mengungkapkan akan berhenti mogok makan hingga tuntutan para driver seperti skema insentif, open suspend dan order prioritas dihapuskan.

Koordinator aksi, Ardi Syihab mengungkapkan aksi yang dilakukan Andi Kartala dan Sadar Gimbal menuai dukungan tidak hanya pengemudi online di Yogyakarta namun juga dari berbagai daerah. Mereka berdatangan hadir di Yogyakarta untuk memperjuangkan tuntutan para driver. “Ada dari Bandung, Solo, Jakarta dan kota – kota lainnya. Sebagai sesama pekerja driver online mereka memberikan dorongan moril untuk memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan kami,” ungkapnya.

Syihab menegaskan aksi mogok makan merupakan akumulasi kekecewaan para driver atas kebijakan perusahaan. Dengan kebijakan baru tersebut, para driver diposisikan hanya sebagai alat oleh penyedia aplikasi tanpa dimintai pendapat. Seperti halnya kebijakan sistem alokasi order prioritas.

“Bagi driver Itu tidak adil. Keadaan di lapangan sangat memprihatinkan,” katanya.

Menurutnya, dalam bekerja sehari penuh para driver tidak mendapatkan order selama tiga bulan terakhir. Bahkan ada pula yang sampai 1-2 minggu tidak mendapatkan hasil yang selayaknya. 

“Kondisi di lapangan sudah sangat memperihatinkan sejak terjadi perubahan aturan. Padahal kita sudah keliling pindah sana-sini, ganti hp dan ganti lokasi tapi sama saja,” ungkapnya.

Sedangkan Alfianto Domy Aji, Head of Regional Corporate Affairs Go-Jek menampik jika pihak perusahaan tidak membuka ruang diskusi membuka dua arah. Melalui kopdar, mitra bisa menyampaikan aspirasinya.

“Kami selalu membuka ruang diskusi dua arah antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar dimana Mitra bebas menyampaikan aspirasi dan apa yang menjadi masukan mereka,” katanya.

Menanggapi terkait tidak adanya order sistem prioritas karena menurutnya Go-Jek berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja. “Sejalan dengan hal tersebut, kami menerapkan sistem alokasi order yang baru,” katanya. 

Melalui sistem yang baru tersebut, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu. Kemudian, mitra yang paling rajin (tidak pilih-pilih order) dan memiliki rating tinggi berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut.

“Namun apapun kami tetap menghormati aspirasi mitra kami karena itu diatur dalam undang-undang. Kami juga memberikan tempat teduh yang layak bagi penyampai aspirasi dan menyiagakan tenaga medis berikut ambulan untuk memastikan kondisi kesehatannya dalam keadaan baik,” terangnya. (Ara)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.