Dukung Vaksinasi di Pasar Tradisional dan Malioboro

  • Share

RESPONS, JOGJA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melakukan vaksinasi pedagang pasar tradisional dan pelaku ekonomi di kawasan Malioboro, mendapat tanggapan positif dari DPRD Kota Jogja. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi untuk pemulihan ekonomi.

“Tentu ini menjadi angin segar untuk perekonomian di Kota Yogyakarta,” terang Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Nurcahyo Nugroho menanggapi rencana vaksinasi tersebut, Sabtu (27/2).

RESPONS JUGA:Kreatif, F-PKS Produksi Hand Sanitizer Secara Massal

Ia mendukung upaya Pemkot menyasar pedagang pasar tradisional dan pelaku ekonomi di Malioboro sebagai prioritas pemberian vaksinasi covid-19. Menurutnya, prioritas vaksinasi covid-19 terhadap pedagang pasar dan pelaku ekonomi di kawasan Malioboro merupakan kebijakan solutif.

“Kami dukung sekuat tenaga, karena hal ini selain dapat menurunkan angka positif covid-18 juga merupakan upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisonal dan kawasan Malioboro dengan tetap menjalankan protokol kesehatan tentunya “ ujarnya.

Politisi PKS itu mengutarakan dalam beberapa bulan terakhir seringkali muncul pemberitaan mengenai penambahan klaster baru covid-19 yang berasal dari pedagang pasar tradisonal, pedagang kaki lima maupun pengusaha kuliner. Kondisi tersebut tentu berdampak besar pada menurunnya daya beli masyarakat, karena kebanyakan dari mereka harus lebih waspadamelakukan transaksi di pasar tradisional dan kuliner. “Kondisi itu tentunya cukup berpengaruh pada terhambatnya perputaran roda ekonomi di Kota Yogyakarta,” tutur dia.

RESPONS JUGA:Fahmi Desak Pemkot Tambahkan Selter OTG

Nurcahyo berharap proses vaksinasi dapat berjalan dengan baik karena akan melibatkan 17.000 pedagang yang tersebar di 30 pasar tradisional, juga 12.000 pelaku ekonomi yang yang berada di Kawasan Malioboro. (Age)

  • Share