Efek Bandara, PKU Muhammadiyah Wates Dibangun

JOGJA, RESPON.id – Operasional bandara Yogyakarta International Airport (YIA) masih terkendala. Diantaranya belum didukung adanya rumah sakit berskala International serta hotel minimal bintang tiga.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Sementara Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Pandu Purnama. Menurutnya, sejumlah maskapai asing yang hendak mendaratkan pesawat di YIA masih terkendala syarat tertentu. Menurutnya, belum tersedianya hotel minimal bintang tiga dan rumah sakit internasional menjadi catatan yang harus segera diwujudkan.

Ia merinci untuk kebutuhan pendukung bandara jika terjadi  cancel flight, paling tidak ada 400 orang dalam pesawat yang harus menginap. “Ini yang diminta maskapai asing dan jadi kendala selama ini,” kata Pandu usai menghadiri rapat kerja bersama DPD RI dari DIY di gedung DPD perwakilan DIY, jalan Kusumanegara, Selasa (13/8).

Pandu menuturkan, untuk hotel bintang tiga saat ini sedang dibangun Angkasa Pura di dalam kawasan bandara untuk mengakomodasi jika ada pesawat ground bermalam, untuk kebutuhan kru dan sebagian penumpang, kurang lebih 70 kamar.

Menurutnya, meskipun dalam kawasan bandara sudah mulai dibangun hotel, namun bukan berarti pembangunan hotel di luar kawasan tidak dibutuhkan.

“Hotel yang skalanya lebih besar, kebutuhan investasi di luar kawasan bandara juga sangat dibutuhkan,” ujar Pandu.

Sementara itu Anggota DPD RI Wakil DIY, Afnan Hadikusumo mengatakan, untuk rumah sakit skala internasional, saat ini Muhammadiyah tengah membangun cabang PKU di kawasan Wates Kulon Progo yang jaraknya antara 5 hingga 10 kilometer dari bandara.

Menurut Afnan, adanya rumah sakit memang sejak awal menjadi salah satu syarat bandara internasional yang kebetulan ditangkap dengan cepat oleh Muhammadiyah.

Afnan mengungkapkan Muhammadiyah menangkap dengan cepat kebutuhan dari efek Bandara YIA.  Saat ini PKU Muhammadiyah sedang dalam proses pembangunan.

“Saat itu kebetulan yang siap dan punya lahan dari PKU Muhammadiyah. Harapannya ketika bandara kita disinggahi pesawat asing maka wisatawan ke DIY semakin naik dan masyarakat mendapat imbas kenaikan perekonomian juga,” ungkap Senator DIY, itu.

Cucu pahlawan nasional Ki Bagus Hadikusumo tersebut juga menaruh harapan agar aksesibilitas yang sedianya harus dikebut tersebut bisa segera selesai termasuk rencana koneksi bandara dengan wilayah DIY lainnya. Maka itu, dapat dimaksimalkan melalui kereta bandara.

“Seperti di Medan, karena kalau jalan tol kok dikhawatirkan akan mematikan ekonomi masyarakat sekitar di Kulon Progo,” tandas dia. (Ara)

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.