Gowes Bareng, PAN Angkat Sejarah Mataram Islam di Kotagede

  • Share
Panitia gowes yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Jogja dari Fraksi PAN, Rifki Listianto (kedua dari kiri), saat mengikuti acara gowes bareng "Pit-PitPAN" ke kawasan Kotagede, Minggu (22/11/2021). Foto : respons istimewa

RESPONS, JOGJA – Kotagede merupakan kota tua yang memiliki sejarah peradaban. Kemantren diujung timur Kota Jogja ini sarat akan jejak sejarah kerajaan Mataram Islam. Masjid Gede Mataram, makam para raja, reruntuhan tembok benteng dan situs-situs lain menjadi rentetan warisan sejarah di Kotagede.

Kekayaan sejarah di Kotagede itulah yang membuat rombongan pesepeda yang dipimpin Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi, mengunjunginya, Minggu (22/11/2001). Selain ingin mengembalikan ingatan sejarah peradaban Mataram Islam, mereka juga ingin mengangkat dan mengkampanyekan Kotagede, sebagai kota warisan sejarah peradaban luhur.

RESPONS JUGA : Bareng Wali, PAN Jogja Adakan Pit-pitPAN

Panitia rombongan pesepeda, Rifki Listianto menjelaskan Kotagede merupakan salah satu ikon Kota Jogja, yang juga merupakan kawasan heritage. Lain dari kawasan lainnya, di Kotagede menyimpan sejarah peradaban kerajaan Mataram Islam. Namun, hingga saat ini posisi Kotagede yang merupakan tujuan wisata, belum setenar seperti Malioboro.

“Padahal Kotagede tidak kalah menarik dengan kawasan lainnya, termasuk Malioboro. Bahkan, apa yang ada di Kotagede tidak ditemukan di kawasan lain,” terang Rifki, Selasa (24/11/2021).

Menurut Rifki, rombongan gowes sengaja mengunjungi obyek-obyek vital di Kotagede untuk belajar sejarah sekaligus untuk memikirkan bagaimana kekayaan sejarah di Kotagede dapat menyedot banyak wisatawan.

“Kita akan dorong para pelaku wisata di Kota Jogja bagaimana menjadikan obyek obyek strategis di Kotagede menjadi paket tujuan wisata yang menarik. Dapat dipaketkan dengan wisata sejarah seperti dengan Kraton atau lainnya,” terangnya.

RESPONS JUGA : Lantik Pengurus 14 Cabang, PAN Jogja Tetap Solid

Anggota DPRD Kota Jogja dari Fraksi PAN itu juga meminta agar Dinas Pariwisata Kota Jogja sering-sering menggelar event di Kotagede. Termasuk keberpihakan urusan kebudayaan yang bersumber dari dana istimewa (danais), perlu ditingkatkan.

“Sehingga Kotagede akan muncul sebagai wisata alternatif yang banyak dikunjungi wisatawan sampai mancanegara. Dengan demikian akan memberikan penyebaran obyek wisata di Kota Jogja yang selama ini cendrung terpusat di kawasan Malioboro dan sekitarnya,” ucap pria asal Patehan, Kraton, itu.

Adapun kegiatan gowes sendiri merupakan kegiatan rutin dari DPD PAN Kota Jogja, yang dinamai dengan PitpitPAN. Saat napak tilas di Kotagede, rombongan mengunjungi Bokong Semar, situs Watu Gilang, Masjid Gede Mataram, kompleks makam raja, Sendang Seliran dan obyek vital lainnya.

RESPONS JUGA : PAN Jogja Sukses Gelar PANsisasi

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan santunan kepada lima anak yatim yang ditinggalkan orang tuanya akibat COVID-19. Penyerahan bantuan disampaikan oleh Ketua PDM Kota Jogja Akhid Widi Rahmanto bersama Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi. (Ara/Age) 

  • Share