Gus’ud Jabat Ketua PKS DIY, Inilah Formasi Baru di Rel Oposisi

Suasana jumpa pers di Pendopo Kantor DPW PAN DIY, di Tegalgendu, Kotagede, Kota Jogja.

RESPONS, JOGJA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) V, Minggu (27/12). Muswil dilaksanakan secara virtual, berpusat di Kantor DPW PKS DIY, Jalan Gambiran Nomor 43, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja.

Muswil yang merupakan mekanisme pengambilan keputusan tertinggi di tingkat wilayah berhasil mengantarkan Agus Mas’ud sebagai Ketua DPW PKS DIY periode 2020-2025, menggantikan periode sebelumnya Da’arul Falah.

Selengkapnya, Muswil V PKS DIY menetapkan susunan struktural Dewan Pengurus Tingkat Wilayah (DPTW) 2020-2025 yang telah disahkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS. Antara lain untuk Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) diisi oleh Dwi Budi Utomo, dengan posisi Sekretaris Agus Efendi.

Berikutnya, posisi Ketua DPW PKS DIY Agus Mas’udi dengan Sekretaris Muhammad Rosyidi, adapu  posisi Bendahara tidak berubah yaitu Huda Tri Yudiana, dan Ali Imron sebagai Ketua Bidang Pembinaan Kader. Untuk posisi Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) dijabat oleh Ahmad Khudhori dengan Sekretaris Ahmad Agus Sofwan.

Muswil V sendiri dilaksanakan secara serentak se-Indonesia, yang merupakan agenda lanjutan dari Munas V PKS pada 28-29 november 2020 di Bandung, Jawa Barat. Keputusan Muswil tak hanya memutuskan terkait pengisian posisi struktural PKS DIY, namun menetapkan amanat Muswil dan penetapan rencana kerja.

Menurut Agus Mas’ud, pengambilan keputusan Muswil berdasarkan asas musyawarah. Para kader PKS diberikan kesempatan memilih para calon yang muncul melalui pemilu internal. Hasil dari pemilu internal tersebut kemudian diusulkan oleh DPW kepada DPP sebagai pihak yang berwenang memutuskan.

“Budaya musyawarah menjadi bagian yang tidak terpisah dalam proses politik di PKS, sebagai wujud pengamalan Pancasila sila ke-4 dan tradisi luhur bangsa ini, ” terang politisi yang biasa disapa Gus’ud, itu.

Adapun terkait rekomendasi keputusan Muswil V PKS DIY menegaskan tetap berada dalam rel (jalur) oposisi terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa, hingga di tingkat daerah di DIY.

Menurut Gus’ud sikap tersebut menegaskan dukungannya terhadap sikap politik DPP PKS sebagai oposisi yang konstruktif. Semangat sikap ini juga akan dilakukan di daerah wakil PKS di DPRD dengan mengkritisi dan menolak kebijakan yang merugikan masyarakat, di sisi lain secara objektif akan mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“Demokrasi akan berjalan sehat, dengan adanya penyeimbang. Sikap kami di DPR RI yang konsisten memperjuangkan rakyat, sejalan dengan sikap masyarakat meski sebagian dari masyarakat itu pada pemilu lalu tidak memilih PKS,” ucap Gus’ud.

RESPONS TERKAIT : 

F-PKS Tegaskan Haram Normalisasi Dengan Israel

PKS DIY Gelar Lomba Baca Kitab Kuning IV

Dekati Milenial, PKS Ganti Logo

‘Kado Manis’ 7 Kursi PKS DIY

Anggota Dewan Terima Banyak Keluhan Pembelajaran Online

Mendasarkan klaim atas survei dari salah satu media nasional di Jakarta, disebutkan bahwa 57 persen masyarakat tahun ini tidak puas dengan kinerja pemerintah. Maka itu sikap konsisten PKS ini, menurutnya diyakini akan membawa berkah dan keuntungan.

Keputusan berikutnya, PKS akan konsisten memperjuangkan kepentingan dasar masyarakat secara luas, penanganan pandemi covid-19 secara lebih serius, pemenuhan kebutuhan dasar air khususnya di Gunungkidul dan Kulonprogo, pendidikan gratis berkualitas, jaminan kesehatan untuk semua warga, pengembangan UMKM, dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu Ketua DPW PKS DIY periode 2015 – 2020, Da’arul Falah mengatakan sikap oposisi memiliki keuntungan demokrasi yang bisa berjalan dengan baik karena ada penyeimbang. “Kalau semua mendukung pemerintah, tidak ada penyeimbang, pengkritis di semua level. Oposisi tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah,” tegas Falah. (Age)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.