Inilah Langkah DIY Tangani Bahaya Covid-19

  • Share

RESPONS. id – DPRD DIY meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY merespons secara baik terkait bahaya penularan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Terlebih, pada 3 Maret 2020 Gubernur DIY Sri Sultan HB X telah mengeluarkan surat intruksi tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi Covid-19.

Wakil Ketua DPRD DIY, Tri Yudiana meminta Dinkes DIY melakukan sosialisasi dan edukasi secara massif kepada masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan penularan, gejala, dan segala hal yang diperlukan.

“Sosialisasi melalui media sosial sangat penting, memproduksi konten edukasi dan sosialisasi resmi atas nama pemda DIY, ” terang Huda, Rabu (11/3/2020).

Politisi PKS itu mengapresiasi jika saat ini banyak beredar konten edukasi dari masyarakat yang peduli. Namun, untuk konten edukasi resmi dari Pemda DIY diperlukan sebagai sumber informasi resmi.

“Saya minta dinkes segera laksanakan intruksi gubernur ini, koordinasi dan memastikan kesiapan rumah sakit rumah sakit untuk menangani pasien jika ada suspect corona, ” ucap Huda.

Secara khusus, Huda minta segera dilakukan pengadaan pakaian khusus untuk tenaga kesehatan di rumah sakit – rumah sakit yang disiapkan untuk menangani masalah ancaman covid-19.

“Jangan sampai tenaga kesehatan tidak terlindungi. Anggaran DPRD siap back up jika diperlukan. Jangan sampai terhambat karena anggaran, ” Saran dia.

Menurut dia, pemerintah harus menyiapkan sarana kesehatan dan fasilitasnya serta masyarakat harus teredukasi secara baik, sehingga tidak panik. Kepanikan masyarakat akan membawa dampak negatif yabg lebih luas dari dampak virus itu sendiri

“Kami mohon agar pemerintah dan masyarakat banyak banyak berdoa pada Allah SWT setelah semua usaha yang dilakukan Semoga corona tidak sampai DIY dan semoga wabah ini segera teratasi, ” tutur Huda.

Sementara Kepala Dinkes DIY, Pembayun Setyaningastutie menjelaskan perlunya disosialisasikan terkait angka kesembuhan kasus Corona yang tergolong tinggi. Angka kematian lebih banyak di atas usia 60 tahun. Secara global per 28 Februari, dari 85726 orang terinfeksi sebanyak 39.797 orang diantaranya telah dinyatakan sehat. “Artinya ada sekian persen yang lebih bisa kembali sehat, ” ucap dia.

Dari data yang ia sampaikan, tingkat kematian di luar Wuhan 0,7%. Pasien terinfeksi secara global usia kurang dari 9 tahun 0% terinfeksi, usia produktif, 20 hingga 48 tahun 0,2% yang terinfeksi, usia 50 sampai 59 tahun 1,3%, usia 60 sampai 69 tahun 3,6%, kemudian usia 70 sampai 79 8%, sedangkan di atas 80 tahun sebanyak 14,8% yang terinfeksi.

“Sebenarnya angka kesembuhannya jauh lebih besar dan yang terkena lebih banyak pada usia di atas 60 tahun,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak dua rumah sakit di DIY telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien yang terindikasi virus corona. Itu berdasarkan keputusan dari Kementerian Kesehatan jumlah rumah sakit yang menangani pasien Virus Corona untuk wilayah DIY ditambah menjadi dua rumah sakit.

Jika sebelumnya hanya RSUP Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul, saat ini ditambah RSUD Kota Jogja dan RSUD Wates Kulonprogo. Penunjukan rumah sakit sebagai tempat rujukan suspect corona dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana prasarana, salah satunya fasilitas ruang isolasi. Selain itu sumber daya manusia (SDM) seperti dokter spesialis paru, atau dokter penyakit dalam yang memiliki kompetensi dan cukup kemampuannya untuk merawat pasien paru.

“Untuk ruang isolasi Bantul ada empat, Kulonprogo empat ruang, RSUD Kota Jogja ada 10 ruang dan Sardjito cukup banyak,” katanya.

Refresh tenaga kesehatan juga dilakukan sebelum sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di wilayah DIY. Ia mengaku juga telah berupaya meminta Kementerian Kesehatan untuk memberikan solusi terhadap kekosongan masker.

Menurutnya, setelah diterbitkannya intruksi gubernur, Dinkes dan Direktur Rumah Sakit harus membuat laporan secara berkala. Selain itu kabupaten dan kota diminta membuat posko dan hotline atau line komunikasi khusus tentang penanganan penyebaran Virus Corona, melalui 0811276480. (Ara) 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.