Jadup Meningkat, Dinsos Diminta Siapkan Anggaran

Ilustrasi virus covid-19

RESPONS, JOGJA – Pemenuhan suplai lagistik berupa jatah hidup (jadup) kepada warga Kota Jogja yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman) mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jogja, Maryustion Tonang menjelaskan dukungan logistik dari Pemkot Jogja selama ini berjalan lancar. Ia mengakui beberapa hari terakhir mengalami lonjakan suplai logistik, seiring melonjaknya warga yang terpapar virus covid-19.

“Yang pasti, bahwa tingkat konsumsi warga yang memanfaatkan program ini meningkat luar biasa, naik signifikan,” ujar Maryustion saat dihubungi media melalui sambungan handphone, Kamis. (1/7).

RESPONS JUGA : Pasien Melonjak, Pemkot Diminta Gerak Cepat

Maryustion tidak memberikan penjelasan seberapa besar peningkatan permintaan konsumsi. Ia hanya menyampaikan harapannya dengan suplai konsumsi warga tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang tengah melakukan isoman.

Menurutnya, warga yang melakukan isoman didasarkan assesment ataupun rekomendansi dari Puskesmas setempat. Ia mengakui, ada kendala dalam proses pencairan jadup yang dikerjasamakan kepada kelompok ekonomi Gandeng-Gendong. Terjadi keterlambatan tekhnis terkait proses administrasi.

“Yang jelas pemenuhan jadup tetap berjalan walaupun ada kendala. Kami sampaikan mohon dimaklumi keterlambatan pencairan karena banyak personil ataupun petugas dari kami juga sedang melakukan isoman. Sebab bagaimanapun kami juga harus memperhatikan prokes dalam menjalankan program ini, ” ungkapnya.

RESPONS JUGA : Pemkot Jogja Kehabisan Dana Bantuan Makan Karantina Mandiri

Sementara itu anggota Pansus Pengawas Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja, Nurcahyo Nugroho mengatakan pemkot harus memastikan bahwa anggaran jadup tetap ada karena sebagai bentuk kehadiran pemkot di masyarakat. “Jangan sampai anggaran ini kehabisan seperti beberapa waktu sebelumnya,” ucap politisi PKS, mengingatkan.

Ia juga memberikan masukan agar Dinsos menambah personil verifikasi berkas pengajuan jadup, walaupun isoman bisa dilakukan secara online. “Sementara itu untuk pembayaran terhadap pelaku Gandeng Gendong yang melayani pelaksanaan jadup bisa segera dicairkan, setelah H+2 setelah diajukan, ” tutur NCN, sapaan akrab Nurcahyo Nugroho. (Ara/Age)

Response (1)

Comments are closed.