Jogjabike Endorse Daya Ungkit UMKM Lawan Pandemi, Bagaimana Caranya?

RESPONS, JOGJA – Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya menyasar kesehatan masyarakat, namun juga telah membawa pertumbuhan negatif ekonomi di DIY hingga minus 2,3 persen pada tahun 2020. Sementara sektor yang selama ini dihandalkan seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sektor pariwisata, sampai saat ini masih mengalami kontraksi pertumbuhan yang mendalam.

Ditengah resesi ekonomi dengan pertumbuhan negatif saat ini muncul upaya semacam gerakan untuk mengendorse daya ungkit UMKM melalui sektor wisata. Gerakan itu datang dari Jogjabike yang terus mengkampanyekan wisata pit-pitan menjelajahi perkampungan sekaligus menyambangi industri UMKM. Keterbatasan tidak boleh berkerumun coba diubah menjadi hal positif dengan mengajak wisatawan bersepeda sehat.

RESPONS JUGA:Jogjabike Perluas Wisata Bersepeda

“Jadi intinya yang ingin saya sampaikan jangan menyerah dengan keadaan (pandemi), karena kondisi normal menurut kami ya seperti ini, kalau kita nyerah sampai kapanpun ya akan begini,” ujar Owner Jogjabike, Triyanto di sela-sela acara Jogjabike “Milenial Care” di Kopi Rite di kompleks Kantor Jogjabike di Celeban, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta, Sabtu (20/2).

Sepanjang pandemi ini Jogjabike terus mengajak wisatawan menjelajah berbagai sudut Yogyakarta mulai Nanggulan di sisi barat, Prambanan di timur dan Kota Yogyakarta dengan kampung di dalamnya. Seperti dalam acara Milenial Care tersebut wisatawan diajak bersepeda dengan rute-rute perkampungan sekaligus melakukan bakti sosial.

Mengambil start dari depan Hotel Phoenix, lalu melintasi Kampung Sosrowijayan, jalur Kampung Ndagen, Kampung Musikanan, Kampung Tamansari, dan berakhir di Celeban. Di masing-masing kampung tersebut, Jogjabike membagikan 20 paket sembako kepada warga. “Kita sepedaan ke kampung-kampung, jadi selain UMKM yang terdampak itu juga banyak warga kampung yang terdampak corona,” terang dia.

Triyanto mengungkap pihaknya berupaya mendorong daya ungkit geliat pariwisata dan UMKM di Yogyakarta bersama para pelaku usaha seperti yang dilakukan bersama Kopi Rite. Di tempat itu wisatawan diajak menjelajah kampung batik jumputan sekaligus ngopi di Kopi Rite, salah satu kedai kopi yang ada di kampung tersebut. “Kami kerjasama dengan Kopi Rite, yang baru buka juga akhir ini. Di lokasi ini, wisatawan bisa beristirahat, ngopi, makan sambil berbelanja batik Jumputan yang dibuat UMKM setempat,” terang Triyanto.

Harapannya melalui kolaborasi wisata Jogjabike bersama Kopi Rite tersebut dapat memberikan ruang pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM ditengah keterbatasan aktivitas orang akibat pandemi. “Maka saya akan cari ahlinya, akan saya cari orang-orang yang bisa membantu agar kita bisa keluar dari kondisi seperti saat ini, bagaimana UMKM bisa tetap maju, warga juga bisa lebih sejahtera,” ucap dia.

Menurut Triyanto lesunya pertumbuhan ekonomi saat ini menjadi tantangan semua pelaku wisata bersama pemerintah. Solusi yang perlu dipikirkan saat ini bagaimana sektor wisata ditengah pandemi tetap bisa berjalan survive (bertahan). “Maka tetap berupaya keras. Saya pribadi justru dimana saat pandemi ini kita bisa mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin. Kita akan cari orang orang yang punya kompetensi yang bisa mendatangkan wisatawan,” ungkap Triyanto.

Sementara itu Jaka Susanta, pemilik Kopi Rite mengungkapkan Jogja Bike bagian dari ekosistem pendukung pariwisata, tidak hanya terpusat di Malioboro namun bisa masuk ke pelosok-pelosok, salah satu pelosok yang didorong adalah di Celeban.

RESPONS JUGA:Dari Batik, Wukirsari Menuju Pengembangan Desa Wisata Bertaraf Internasional

“Wisatawan butuh tempat untuk datang terlebih dahulu, untuk duduk menikmati minuman maupun makanan. Di Celeban ini memiliki kerajinan UMKM berupa pembatik jumputan, ” katanya.

Kerjasama tersebut sebagai kolaborasi menarik antara Jogjabike, Kopi Rite dan para pelaku UMKM. “Sehingga harapannya UMKM disini akan bisa mendapatkan turis dari Jogjabike. Kita ingin bisa menjadi bagian dari kemajuan pengusaha jumputan itu yang didukung oleh Jogja Bike,” ucap dia. (Ara).

Response (1)

Comments are closed.