Ketua DPRD DIY Dorong Danais Tangani Covid-19

RESPONS, JOGJA – DPRD DIY terus menyuarakan penggunaan dana istimewa (danais) untuk membantu pembeayaan penanganan kasus covid-19 di DIY yang terus mengalami peningkatan.

“Di DIY punya danais, kita mendorong penanganan covid19 mengunakan danais,” terang Ketua DPRD DIY, Nuryadi dalam keterangan pers, di ruang lobi gedung DPRD DIY, Selasa (5/1).

“Sepanjang itu tidak melanggar aturan bagaimana Pemerintah Daerah untuk menangani covid-19, ” terang dia.

Menurut Nuryadi, peran danais didorong tidak hanya untuk penanganan covid-19, namun juga untuk membangkitkan roda ekonomi masyarakat.

Saat ditanya media terkait keterlibata DPRD DIY dalam perencanaan danais, Nuryadi mengakui selama ini posisi dewan tidak terlibat aktif sejak awal perencanaan pengajuan dana transfer dari pemerintah pusat tersebut.

“Memang kita lepas dari proses awal sampai akhir. Karena itu kami akan coba untuk menguatkan budgeting kita, pengawasan kita, termasuk bagaimana nantinya bisa turut membuat aturan,” terang dia.

Media juga mempertanyakan jika kegiatan tertentu, yang bersumber dari danais justru memicu kerumunan massa, salah satunya rencana kegiatan festival bergodo.

“Bukan, begini itu sebenarnya diarahkan visual, sehingga kalau pun ada festival tapi tidak ada penontonnya. Kalau sampai mengundang kerumunan massa berarti ada kesalahan di lapangan, itu yang harus dibenahi, dan bahaya itu, ” tegas politisi kawakan, itu.

RESPONS TERKAIT:

Pendapatan DIY Ngedrop, Politisi PDIP ini Minta Keberpihakan Danais Tangani Pandemi

Corana, PDIP Kota Jogja Dukung Belanja Dana Tak Terduga Rp3,5 Miliar

Pernyataan politisi PDIP itu menanggapi munculnya beberapa pandangan dari anggota DPRD DIY yang mendesak alokasi danais untuk pembeayaan penanganan covid-19.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY RB.Dwi Wahyu mengaku prihatin. Politisi PDIP itu merespons perlunya melakukan evaluasi dan langkah terobosan penanganan pandemi covid-19.

Dwi mengatakan evaluasi yang dimaksud khususnya pembiayaan dalam penanganan covid-19. Sebab saat ini pendapatan daerah tengah drop paska sektor pendidikan dan pariwisata ikut lumpuh.

“Kasus Corona yang semakin hari semakin tinggi, Pemerintah DIY sudah saatnya meng-evaluasi diri,” ujarnya.

Ketua DPRD DIY Nuryadi didampingi Ketua Forum Wartawan DPRD DIY Santosa Suparman saat menyampaikan keterangan pers, di ruang Lobi DPRD DIY, Selasa (5/1).

Menurut Dwi, pendapatan daerah saat saat ini sedang lesu, seperti sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan pendapatan asli daerah. Ia melihat DIY setiap tahun memiliki dana utuh transfer dari pemerintah pusat yaitu dana istimewa. Tahun ini danais yang diterima DIY senilai Rp 1,3 triliun.

Dwi meminta adanya keberpihakan danais untuk menggantikan peran pendapatan daerah yang diantaranya untuk pembeayaan penanganan pandemi covid-19.

“Nah, bagaimana sekarang danais yang utuh itu isa menggantikan peran pendapatan daerah yang sedang drop,” usul dia. (Age)