Kreatif, F-PKS Produksi Hand Sanitizer Secara Massal

RESPONS.id- Jumlah pasien dalam pengawasan akibat wabah virus covid-19 di DIY meningkat tajam. Hingga Sabtu, 21 Maret pukul 16.00 humas Pemda DIY  mempublikasikan laporan bahwa di DIY terdapat 144 pasien dalam pengawasan, dengan 5 diantaranya sudah positif terpapar virus covid-19.

Jika melhat peta sebaran kasus covid-19 yang dikeluarkan oleh Humas Pemda DIY sebaran pasien dengan pengawasan maupun orang dengan pengawasan terbanyak berasal dari Kota Yogyakarta.

Berdasarkan himbauan World Health Organization ( WHO ) upaya yang kemudian bisa dilakukan untuk menahan laju penyebaran virus adalah membatasi interaksi dengan berdiam diri di rumah dan sering mencuci tangan.

Hanya saja, kemudian akibat kepanikan yang terjadi di masyarakat Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer maupun sarung tangan latex yang biasa digunakan oleh tenaga medis menjadi langka dan harganya naik diatas batas wajar.

Melihat kondisi yang demikian, langkah kreatif ditempuh Fraksi PKS (FPKS) DPRD Kota Yogyakarta. Anggota FPKS DPRD Kota Yogyakarta Nurcahyo Nugroho, bersama fraksinya memproduksi dan melakukan distribusi APD berupa hand sanitizer kepada masyarakat Kota Yogyakarta. Produksi hand sanitizer dilakukan secara mandiri dengan mencampur bahan-bahan yang dibelanjakan antara lain berupa deionize water, alcohol, 75%, glycerin dan carbomer.

“Sampai siang ini Fraksi PKS sudah membagikan 2.000 botol hand sanitizer di semua kecamatan di Kota Yogyakarta, ” terang Nurcahyo, Senin (23/3/2020).

Pembagian hand sanitizer didistribusikan melalui DPC PKS di masing masing kecamatan. Distribusi selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap seiring produksi hand sanitizer dan pemesanan masker yang terus dilakukan.

“Kita semua harus sadar bahwa upaya menekan penyebaran wabah covid adalah tanggung jawab semua pihak, sehingga kemudian sosialisasi terkait upaya menekan penyebaran wabah ini harus di lakukan sampai tingkat RT maupun RW,” katanya.

Ia pun meminta Pemkot Yogyakarta untuk aktif memberikan informasi terkait covid-19 sampai pada tingkat RT maupun RW. Kedua, meminta  agar Dinas Kesehatan bisa memastikan ketersediaan APD di Rumah Sakit rujukan covid-19 di Kota Yogyakarta.

“Kira sudah sama-sama mengetahui dalam kondisi wabah penyakit seperti ini Tenaga Kesehatan merupakan Garda terdepan dalam penanggulangan wabah covid-19,” ujarnya.

Selain itu, anggota Komisi Bantuan DPRD Kota Yogyakarta itu meminta kepada BPKAD untuk dapat melakukan persiapan pergeseran anggaran belanja, sesuai juklaknya sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia  no. 4 th 2020 tentang relokasi Anggaran dan percepatan pengadaan barang dan jasa dalam penanganan Covid-19. (Ara)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.