Luweng Ancam Lintasan JJLS, Adakan Uji Geolistik

  • Share

RESPONS.id – Proyek pembangun jalur jalan lingkar selatan (JJLS) terus berlanjut. Namun, di titik Kelok 18 dimungkinkan ada luweng atau lubang bawah tanah yang dapat mengancam dan membahayakan trase jalan. Untuk memastikannya, akan diupayakan uji geolistik sebelum jalur tersebut dilanjutkan pembangunan.

Project Officer Proyek Pembangunan Jalan Baru Jerukwudel-Baran-Duwet Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Juniar Perkasa mengakui sepanjang pengerjaan JJLS diidentifikasi dua titik luweng tetapi posisinya di luar rute. Luweng tersebut dimungkinkan berupa sungai bawah tanah, sehingga harus dipindah.

“Kalau itu sungai bawah tanah ditutup enggak tepat, sehingga kalau ditemukan sebisa mungkin dihindari, kemungkinan akan digeser,” terang dia, dalam diskusi forum pertemuan Pemimpin Redaksi (Pemred) di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (12/12/2019).

Atas kemungkinan masalah tersebut, ia akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan beberapa akademisi seperti dari UPN Veteran Yogyakarta. Konsultasi diperlukan untuk meminta referensi terkait peta atau keberadaan luweng. “Jika dirasa penting, dilakukan uji geolistik,” katanya.

Sementara itu Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan kemungkinan besar pelaksana jalan dalam prosesnya menemui beberapa hal yang tidak diperhitungkan seperti keberadaan luweng. Hal itu kemungkinan sudah diperhitungkan oleh pihak balai besar pelaksana jalan nasional.

Terkaitkebutuhan uji geolistik, menurut Aji, hal itu untuk menghasilkan temuan ilmiah terkait keberadaan luweng yang tentu bisa dipertanggungjawabkan. Para ahli tentu akan memberikan rekomendasi kepada pelaksana proyek terkait hasil temuannya. Sehingga Pemda DIY bersama Satker PJN bisa mengambil langkah yang tepat agar hasil dari pembangunan lebih berkualitas.

Kemungkinan dilaksanankannya uji geolistik tersebut menjadi komitmen antara pihak eksekutif dan legislatif. DPRD DIY bahkan telah menyetujui anggaran uji geolistrik senilai Rp1 miliar di 2020. “Anggaranya lebih dari Rp 1 miliar, tahun 2020,” terang Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana.

Menurut Huda uji geolistik bagian dari prosedur tetap yang dilaksanakan setelah mengamati kondisi tekstur tanah di lokasi proyek. Hal itu agar lebih aman di kemudian hari ketika jalan sudah selesai dibangun.

Menurut Huda uji geolistik ditujukan untuk mengetahui kemungkinan adanya lubang bawah tanah atau luweng dan JJLS tidak berada di trase yang salah. Tanpa mendapatkan kepastian kondisi tanah, maka dikhawatirkan konstruksi menjadi rawan amblas. Karena itu, uji geolistik dibutuhkan untuk mendapatkan pengetahuan secara pasti.(Ara)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.