Mbah Nyoto, Tukang Sol Sepatu Keliling Bantul-Jogja

  • Share
Mbah Nyoto seorang tukang sol keliling saat istirahat di tepi jalan Kemuning, Baciro, Kota Jogja, Senin (19/4). Foto: Respons

SORE HARI itu seorang bapak tua tampak duduk di tepi jalan Kemuning, Baciro, Kota Jogja, Senin (19/4). Berada di sebelahnya ada sepeda ontel kuno yang membawa tas yang tergantung di angsang sepeda, juga ada dua tas lagi tergantung di bagian setang depan.

Bapak tua itu seorang tukang sol sepatu maupun sandal rela berkeliling Kota Jogja untuk menawarkan jasa perbaikan alas kaki. Namun sebelum sampai ke Kota Jogja, ia harus mengayuh sepeda ontelnya dari rumahnya di Banaran, Nogosari, Sumberagung, Jetis, Bantul. Berkilo-kilo meter jalan yang ia lewati ditengah sausana puasa ramadhan.

“Saya berkelilling di daerah Pengok, Balapan, Sapen, Gendeng, Baciro. Kalau langganan paling banyak di Pengok,” terang bapak tua, yang diketahui bernama Sunyoto dengan usia 67 tahun.

RESPONS JUGA: Kumpulkan Pasir, Sukiman Harus Menerjang Arus

Mbah Nyoto, begitu panggilan akrab Sunyoto, telah menjalani pekerjaan jasa sol sepatu keliling lebih dari 45 tahun. Ia mengaku lebih memilih berkeliling dibandingkan membuka lapak ataupun membuka tempat untuk jasa tukang sol.
“Saya menjalani pekerjaan ini sudah sejak tahun 1975, memang saya memilih berkeliling karena sudah banyak pelanggan, ” katanya.

Ia mengaku telah memiliki banyak pelanggan di daerah Pengok, Balapan, Sapen, Gendeng dan Baciro. Pelanggan terbanyak ada di Pengok karena ada kompleks perumahan polisi. Namun, sejak pandemi covid-19 mulai berkurang. “Dulu banyak pelanggan, tapi, sejak pandemi agak sepi, ” katanya.

Pendapatan yang diperolehnya pun terbilang pas-pasan. Namun demikian ia tetap bersyukur karena dapat memenuhi kebutuhan keluarga. “Sekali berangkat dapatnya mungkin hampir sama seperti orang buruh tukang bangunan, ” katanya.

Bagi Mbah Nyoto, asam garam lika-liku kehidupan telah dilakoninya. Sebagai seorang kepala keluarga ia terpanggil untuk memenuhi nafkah keluarga meskipun hampir semua anak-anaknya telah berkeluarga. “Ada empat anak, satu telah meninggal dunia, dua sudah berkeluarga, yang paling kecil belum berkeluarga,” kata Mbah Nyoto yang memiliki delapan cucu, itu.

Mbah Nyoto mengaku menjalani pekerjaan sebagai tukang sol keliling dengan senang hati. Anak-anaknya juga tidak memasalahkan, sepanjang kondisinya masih sehat dan kuat untuk menjalaninya. “Anak-anak manut kepada orang tuanya. Harapannya anak-anak bekerja lebih baik dari tuanya, rezeki itu sudah diatur jadi kalaupun dioyo-oyo kalau belum jatahnya juga belum, ” ucapnya. (Ara/Age)

  • Share