Pasien Melonjak, Pemkot Diminta Gerak Cepat

Ilustrasi virus covid-19

RESPONS, JOGJA –  Pansus DPRD Kota Yogyakarta terkait pengawasan penanganan covid-19 memberikan warning akan ancaman krisis oksigen dan ketersedian kapasitas kamar di rumah sakit rujukan pasien covid-19. Pun, Pemkot diminta segera bergerak cepat agar situasi terkendali.

Anggota Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta, Nurcahyo Nugroho mengatakan Pemkot tidak dapat menunggu ruang perawatan penuh, baru kemudian bergerak antisipasi.

“Sebab, ketersediaan bed ICU dan isolasi di rumah sakit sekarang sudah tidak mampu menampung jumlah pasien. Perlu rumah sakit darurat. Libatkan seluruh komponen, ya, baik TNI, Polri dan Ormas,” jelasnya, Senin (28/6) .

RESPONS JUGA : Pemkot Jogja Diminta Siapkan Tambahan Kamar dan Shelter

Politisi PKS itu menyebutkan salah satu penyebab penuhnya bed isolasi adalah lamanya proses menunggu hasil PCR, bisa 4-5 hari. “Karena itu perlu langkah serius dengan aktifasi mobile PCR,” lanjut Nurcahyo.

Selain masalah semakin penuhnya ruang perawatan di tujuh rumah sakit rujukan, selter khusus pasien tanpa gejala di Rusunawa Bener, Tegalrejo, terus meningkat keterisiannya. Saat ini, 60 dari total 84 kamar terisi.

Menurutnya banyak masyarakat Kota Yogyakarta yang tidak memungkinkan menjalani isolasi mandiri di kediamannya, lantaran satu atap bersama keluarganya yang tidak ikut terpapar virus corona.

“Makanya, perlu tambahan selter dengan menggunakan gedung milik pemerintah yang tidak dipakai. Atau, bisa kerjasama dengan hotel. Selter milik Pemkot yang di Tegalrejo hampir penuh, tambah lagi,” cetusnya.

Ia juga menyoroti ancaman krisis ketersediaan tabung oksigen. Menurutnya, Pemkot harus menjamin kebutuhan masyarakat aman. Sehingga polemik kelangkaan seperti tempo hari pun tak terulang.

“Pasokan tidak full seperti sebelum pandemi, dampaknya operasi yang tidak urgent bisa ditunda. Walikota sangat perlu hadir, guna memastikan adanya pasokan oksigen, dengan kuota yang memadahi,” ucap Nurcahyo

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengakui terjadi peningkatan kasus positif Covid-19. Pemkot Yogyakarta juga sudah menginstruksikan pihak rumah sakit untuk meningkatkan kapasitasnya.

“Dan hari ini sudah mendapatkan surat dari Kemenkes yang mengijinkan Pemkot Yogyakarta untuk dapat memberikan vaksin bagi warga berusia 18 tahun keatas,” terang Emma dalam rapat Panitia Khusus DPRD Kota Yogyakarta membahas tindaklanjut atas LHP BPK terhadap Penanganan Pandemi dan Rencana serta Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, Jumat (25/6).

RESPONS JUGA : Distrust Vaksinasi di DIY Masih Tinggi

Sedangkan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Okto Heru Santosa menyampaikan lonjakan kasus Covid-19 diperkirakan melebihi perkiraan kasus, untuk ketersediaan bed di awal 2020 sudah ada perintah dari Kemenkes untuk menambah 30. Pada riilnya keberadaan rumah sakit di Kota Yogyakarta yang sudah menambah jumlah bed bahkan lebih dari 30%.

“Di RSUD dari 1 unit ICU menjadi 7 unit ICU, diikuti dengan RS DKT, PKU, Panti Rapih dan Bethesda. Namun pada praktek di lapangan 7 rumah sakit di Kota Yogyakarta yang mendapat perintah menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 mendapat limpahan pasien yang tidak hanya berasal dari wilayah Kota Yogyakarta sehingga keterisian RS juga penuh,” terangnya. (Age/Ara)