Pelantikan Tiga Bupati di DIY Ditunda, Kecewakah Pemenang Pilkada?

  • Share

RESPONS, JOGJA – Rencana pelaksanaan pelantikan Calon Bupati dan Wakil Bupati hasil pemenang Pilkada 9 Desember 2020 akhirnya ditunda. Awalnya teragenda hari Rabu 17 Februari 2020, namun akhirnya ditunda pada Minggu keempat bulan Februari 2020.

Penundaan pelaksanaan diketahui setelah terbitnya surat Kementrian Dam Negeri (Kemendagri) Nomor 131/966/OTDA yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Jakarta 15 Februari 2021. Diantara ketentuan tersebut mengklasifikasi dalam tiga hal. Pertama, bagi Kabupaten/Kota yang masa jabatannya berakhir pada bulan Februari 2021 yang tidak sengketa perkara di Mahkamah Konstitusi (MK).

RESPONS JUGA:Tito Tegaskan Pilkada Harus Bebas Money Politic

Kedua, Daerah yang terdapat sengketa di MK, namun terhadap sengketa itu telah diputuskan/ditetapkan oleh MK pada 15-16 Februari 2021 untuk tidak dilanjutkan perkara pada sidang berikutnya (ditolak). Ketiga, bulan Mei 2019 (Kota Makassar).

Terhadap daerah diatas pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota dilakukan oleh Gubernur pada Minggu IV bulan Februari 2021 secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dari ketentuan tersebut maka jika melihat tiga Pilkada tiga Kabupaten di Sleman, Gunungkidul dan Bantul maka tidak ditemukan gugatan sengketa di MK. Sehingga penundaan pelantikan akan dilaksanakan pada Minggu keempat bulan ini.

Menangapi penundaan pelantikan tersebut Tim pemenangan Kustini Sri Purnomo di Pilkada Sleman, Raudi Akmal mengaku tidak ada kekecewaan sama sekali. Menurutnya tidak ada masalahkan dan tidak mengurangi semangat untuk membangun Sleman, kedepan. “Intinya tidak mengurangi spirit dalam menjalankan visi dan misinya setelah dilantik nanti,” katanya, Selasa (16/2).

Raudi mengatakan tidak ada sengketa di MK terkait proses Pilkada Sleman 2029 lalu. “Tidak ada laporan, dan sudah dinyatakan menang (Bupati terpilih). Bawaslu juga menyatakan tidak ada masalah di MK,” katanya.

Raudi juga berharap kepada siapapun nantinya yang menjadi Pelaksana tugas (Plt) bupati untuk bisa menjalankan amanah warga Sleman. “Kepada siapapun Plt yang ditunjuk diharapkan bisa menjalankan amanah warga Sleman,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan Pilkada Sleman, Kustini Sri Purnomo yang berpasangan dengan Danang Maharsa unggul perolehan suara dibandingkan dua pasangan calon lainnya. Kedua paslon pesaing yakni Sri Muslimatun – Amin Purnama serta Danang Wicaksana – Agus Cholik.

Kustini Sri Purnomo – Danang Maharsa diusung oleh dua partai, yakni PAN dan PDI Perjuangan. Dari hasil hitungan cepat yang dilakukan tim pemenangan, paslon Kustini – Danang Maharsa mendapatkan 213.126 suara.

RESPONS JUGA:Mendagri Ingin Kepala Daerah Ubah Mindset

Sementara, paslon nomor 2 yakni Sri Muslimatun – Amin Purnama di nomor dua terbanyak. Paslon petahan ini mendapat 171.306 suara. Sedangkan paslon nomor urut 1, Danang Wicaksana – Agus Choliq mendapatkan 166.394 suara. (Age)

  • Share