Pemuda Muhammadiyah DIY Luncurkan Beras Istimewa

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY Anton Nugroho bersama pengurus lainnya, saat Launching program Beras Istimewa, bertempat di Bulak Kenari, Kregolan, Seyegan, Sleman, Rabu (21/4). Foto: Respons

RESPONS, JOGJA – Salah satu ormas kepemudaan terbesar, Pemuda Muhammadiyah DIY meluncurkan program produk “Beras Istimewa”, bertempat di Bulak Kenari, Kregolan, Seyegan, Sleman, Rabu (21/4). Program itu membuka kesempatan para petani untuk menjual hasil panennya dengan harga diatas rata-rata pasaran.

Ketua Bidang Buruh, Tani dan Nelayan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Agung Wijayanto menjelaskan produk “Beras Istimewa” diperoleh dari petani lokal dengan harga yang lebih memenuhi harapan para petani. Kendati demikian untuk distribusi penjualan tetap terjangkau dan tidaklah mahal.

“Ikhtiar kami dari sisi pemberdayaan petani dengan cara memenuhi harga yang diharapkan, tidak memurah-murahkan, namun lebih menghargai para petani. Kami siap Rp11.000 per/kg beras,” terang Agung.

RESPONS JUGA: Gandeng Menko PMK, Muhammadiyah Tekan Konsumsi Rokok

Menurutnya, sebagai awalan produk beras Istimewa saat ini memiliki stok 1 ton yang terkemas dalam paket per 5 Kg dan 2,5 Kg. Agung berujar program tersebut tidaklah dapat diselesaikan sendiri oleh Pemuda Muhammadiyah, namun perlu kerjasama dengan berbagi pihak.

“Oleh karena itu, kami secara terbuka membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak dan elemen masyarakat lainnya untuk bergandeng tangan menguatkan ekonomi rakyat,” ucapnya.

Lahirnya program produk beras istimewa juga tak lepas karena kondisi pandemi covid-19 yang telah berdampak di semua sektor kehidupan, termasuk ekonomi. Menurut Agung sisi kehidupan ekonomi masyarakat turut menanggung permasalahan yang fatal akibat pandemi Covid-19, terutama dengan adanya pemberlakukan physical distancing untuk membatasi interaksi sosial masyarakat.

Karena pembatasan inilah, ekonomi terkena imbas penurunan drastis, pendapatan masyarakat juga menurun, sehingga lahirlah efek karambol kerentanan ekonomi masyarakat. Maka, berbagai upaya terobosan menyikapi pandemi perlu dimunculkan untuk menguatkan ekonomi rakyat.

“Di titik inilah kami konsisten turut serta menguatkan daya tahan masyarakat dengan komitmen dan program nyata sejak awal pandemi, ” katanya.

RESPONS JUGA: Muhammadiyah Ekspor 60 Ton Tepung Singkong

Sejak Pandemi Covid-19 muncul satu tahun yang lalu, Pemuda Muhammadiyah melibatkan diri dalam berbagai aksi pelayanan kesehatan, mobilisasi relawan satuan tugas Covid-19, dan menyalurkan bantuan sosial paket sembako.

Hadir dalam acara di lokasi launching program produk “Beras Istimewa” Ketua PWPM DIY Anton Nugroho dan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Sleman Nur Cahyoprobo, serta para anggota dan pengurus PWPM DIY dan PDPM Sleman. (Ara)