Pemuda Pancasila DIY Minta Gubernur Tarik Rem Darurat

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila DIY, Faried Jayen Soepardjan. Foto : Respons Istimewa

RESPONS, JOGJA – Lonjakan kasus baru penularan virus COVID-19 di DIY belum juga terhenti. Hingga Selasa (13/7) tercatat menembus hingga 2731 kasus positif.

Di hari yang sama angka kasus diatas, mendekati penambahan kasus di provinsi terdekat, yaitu Jawa Tengah, yang mencapai 3270 kasus dengan wilayah jauh lebih luas dan jumlah penduduk jauh lebih besar dibandingkan DIY.

Merespons masih tingginya lonjakan kasus penularan COVID-19 di DIY tersebut, Pemda DIY dibawah kepemimpinan Gubernur DIY Sri Sultan HB X diminta dapat melakukan langkah-langkah yang bersifat extraordinary.

“Pemda DIY harus berupaya lebih keras lagi dalam menangani lonjakan kasus pasien positif COVID-19. Jika perlu Pemda DIY harus segera menarik rem darurat agar penularan COVID-19 ini bisa dikendalikan,” ujar Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Faried Jayen Soepardjan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/7).

RESPONS JUGA : Ratusan Pelajar Jogja Divaksin, Pansus Siap Kawal

Jayen, sapaan akrabnya, melihat bahwa kondisi lonjakan pasien COVID-19 di DIY sudah bukan main-main lagi. Menurut Jayen, keadaan beberapa hari terakhir seiring pemberlakuan PPKM Darurat belum berjalan maksimal. Ia menilai perlu ada penindakan dan ketegasan dalam menegakan PPKM Darurat.

“Penerapan PPKM Darurat harus dipertegas lagi dalam pelaksanaannya. Supaya kasus positif COVID-19 di DIY bisa dikendalikan. Tidak cukup hanya TNI, Polri dan Satpol PP. Masyarakat juga penting untuk dilibatkan,” ungkap Jayen.

Jayen mengatakan upaya penertiban PPKM Darurat perlu diperluas dengan melibatkan peran masyarakat secara langsung. “Pemda DIY dan masyarakat bisa bergotong royong bersama untuk menerapkan PPKM Darurat. Selain aturan yang ketat, Pemda DIY juga harus mensosialisasikan secara masif tentang PPKM Darurat,” tegas Jayen.

RESPONS JUGA : DPR RI : Ironi, TKA Masih Berdatangan Ditengah Ledakan Covid-19

Jayen menjelaskan pentingnya melakukan sosialisasi dan pemahaman secara utuh kepada masyarakat terkait bahaya wabah corona. Output yang diharapkan masyarakat akan mengetahui dan sadar dan bersedia bergotong royong bersama-sama menanggulangi penularan COVID-19.

“Akan muncul kesadaran bersama
untuk di rumah saja jika tidak ada keperluan yang penting dan mendesak,” tutur Jayen.

Jayen mengungkapkan Pemuda Pancasila sebagai salah satu Ormas terbesar di DIY berkomitmen membantu Pemda DIY dalam penerapan PPKM Darurat. Ribuan anggota Pemuda Pancasila yang tersebar di lima Kabupaten/Kota siap membantu mengawasi penerapan protokol kesehatan selama pemberlakuan PPKM Darurat.

“MPW Pemuda Pancasila DIY siap membantu Pemda DIY, TNI dan Polri untuk PPKM Darurat ini. Kami siap ikut membantu dengan memberi perintah ke semua jajaran untuk MPC, PAC, Ranting hingga Anak Ranting untuk mengawasi dan menjalankan prokes di lingkungan masing-masing. Kita juga siap menerjunkan relawan untuk membantu masyarakat di masa PPKM Darurat ini,” pungkas Jayen. (Ara/Age).

Response (1)

Comments are closed.