Pertama Kali Arsitektur UII Lahirkan Profesor, Siapakah dan Apa Karyanya?

  • Share
Prof Noor Cholis Idham, Ph.D., saat tasyakuran penetapan Guru Besar, dikemas dalam bedah buku Arsitektur Kubah dan Konfigurasinya karya ke-9, melalui zoom meeting, Kamis (29/4). Foto : Respons

RESPONS, JOGJA – Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki sosok profesor untuk pertama kali. Siapakah dia?.

Noor Cholis Idham Ph.D.,IAI, dia lah penyandang profesor, menyusul telah ditetapkannya sebagai Guru Besar. Pada hari Kamis (29/4), sebagai momentum dilaksanakannya tasyakuran penetapan Guru Besar yang ditandai dengan acara bedah buku tentang Arsitektur Kubah dan Konfigurasinya karya ke-9 Prof Noor Cholis Idham. Bertindak sebagai pembedah buku Prof Dr Yulianto Sumalyo DEA dengan moderator Dr Revianto Budi Santosa.

Acara yang berlangsung virtual hasil kerja sama FTSP UII dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY itu diikuti pimpinan universitas, para dosen, serta mahasiswa dan alumni maupun peserta dari luar negeri.

RESPONS JUGA : UII Terus Lahirkan Arsitek Andal

Saat membuka acara itu, Rektor UII Prof Fathul Wahid mengakui dirinya sangat menyukai buku. “Peradaban tidak dimulai dari kertas kosong melainkan terekam dari peradaban pada zamannya,” kata Prof Fathul Wahid.

Menurut Prof Fathul Wahid, UII perlu mengembangkan tradisi mengapresiasi buku. Buku selain berkualitas juga tidak hadir sekejap. Buku mengandung refleksi pemikiran cukup lama. Kelahiran sebuah buku selalu disertai proses dialog maupun percakapan internal dari penulis.

Kemudian buku juga sebagai penuangan gagasan di dalam tulisan akan menjadikan gagasan tersebut berumur lebih panjang serta membuka pintu manfaat yang lebih besar. Gagasan yang teruji akan diadopsi dan dikaji sepanjang masa. “Dari situlah ilmu dan pengetahuan berkembang. Selamat, semoga makin banyak karya berkualitas pada masa akan datang menginspirasi banyak orang,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaian Dekan FTSP UII Miftahul Fauziah ST MT Ph D. Dia merasa bangga Jurusan Arsitektur berhasil mengantarkan guru besar yang dilahirkan dari jurusan sendiri, ibarat anak kandung sendiri. Ini membuktikan capaian prestasi proses belajar mengajar di Jurusan Arsitektur.

RESPONS JUGA : Magister Arsitektur UII Gelar Workshop Riset Desain Rumah Sakit

“Mudah-mudahan kita semua mendapatkan berkah, dua lagi sedang dalam proses supaya menambah lagi guru besar di FTSP,” kata Fauziah.

Saat ini FTSP UII memiliki 97 dosen, empat di antaranya profesor. “Kami sangat bersyukur semoga bisa menginspirasi dan membawa semangat para dosen lain mengikuti jejak Prof Noor Cholis, karena termasuk muda, lebih muda dari saya,” tambahnya.

RESPONS JUGA : Ukir Prestasi, Arsitektur UII Raih Akreditasi Unggul

Menurut Fauziah proses ini memang cukup lama, sejak 34 tahun silam tepatnya 1987 ketika Jurusan Arsitektur UII berdiri. “Untuk menghasilkan profesor kita perlu berjuang keras, 34 tahun baru berhasil,” ucapnya.

Dia mengapresiasi semangat Prof Noor Cholis yang produktif menulis buku patut dicontoh. Di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat struktural masih meluangkan waktu dan menghasilkan karya produktif.

“Insyallah karya ini menjadi tinggalan yang tidak akan habis, menjadi amal jariyah beliau,” kata dia.

Upaya memetakan konfigurasi kubah masjid diangkat sebagai salah satu topik penelitian dan disusun dalam sebuah buku yang ditulis oleh Prof. Noor Cholis Idham untuk memperoleh gelar Guru  Besar pertama di Jurusan Arsitek, FTSP, UII.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa kubah masjid digolongkan berdasarkan kompleksitas konfigurasi, pembahasan yang telah dilakukan pengamatan langsung di lapangan, lalu examinasi atas properti kubahnya.

RESPONS JUGA : IAI DIY dan Disbud Sukses Gelar Sayembara Desain Taman Budaya, Apa Kata Bupati Sleman?

Dari hasil riset ini pula, diperoleh 3 jenis kubah, yaitu (1) kubah jamak, (2). kubah terpusat, dan (3) kubah tunggal. Selain itu, banyak hal-hal menarik lainnya untuk dikaji dan dibedah sehingga diperoleh inti sari ilmu serta wawasan yang dapat bermanfaat untuk akademisi, praktisi arsitektur, maupun khalayak umum.

Prof Noor Cholis Idham mengakui Arsitektur Kubah dan Konfigurasinya sebenarnya satu di antara tiga buku yang membahas tentang arsitektur Utsmani, terutama berkaitan dengan masjid dan kubah.

“Saya tertarik menulis ini, terinspirasi sejak tahun 1994 waktu kuliah dengan dosen Pak Revianto. Saya bermimpi bisa merasakan indahnya masjid Kasultanan Utsmani,: ungkap Noor Cholis yang pada 2004 berhasil kuliah S2 di Cyprus Turki itu.

RESPONS JUGA : Hunian Vertikal Solusi Atasi Urbanisasi

Menurutnya arsitektur Utsmani memang hebat padahal zaman dulu belum dikenal beton bertulang dan baja. Kompleks Masjid Kasultanan Utsmani tidak hanya sebagai tempat beribadah tetapi juga digunakan untuk sekolah, pusat kesehatan termasuk jual beli.

Dia bersyukur pada 2015 berhasil mengajak 30 mahasiswa UII ke Istambul kurang lebih 30 hari. Dari situ lahir program pertukaran pelajar dengan Turki. (Ara/Age)

  • Share