PKS DIY Minta Gubernur Tak Ragu Tarik Rem Darurat

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera DIY, Agus Mas'udi. Foto : respons istimewa.

RESPONS, JOGJA – Kasus positif covid-19 di DIY masih terus melesat tinggi. DPW PKS DIY pun meminta Pemda DIY yang dipimpin oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X menarik rem darurat berupa langkah kongkrit, yang sifatnya extraordinary.

“Kepada Pemda DIY, untuk tidak ragu menarik rem darurat. Dibutuhkan langkah konkrit dan tegas, yang sifatnya extraordinary untuk menurunkan kasus covid-19 di DIY,” terang Ketua DPW PKS DIY Agus Mas’udi, dalam keterangan tertulis yang diterima oleh respons.id, Kamis (30/6).

RESPONS JUGA : PKS Soroti SKB ITE, Ada Dua Catatan

PKS berhitung ancaman resiko penularan covid-19 yang semakin tidak terkendali. Berdasarkan data laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Rujukan Covid-19, pada hari Jum’at (25/6) terdapat penambahan 783 kasus positif Covid-19, kemudian pada hari Sabtu (26/6) terdapat penambahan 782 kasus.

Di hari Minggu (27/6) penambahan kasus positif meningkat signifikan sampai ke angka 830, yang berlanjut di hari Senin (28/6) dengan 859 penambahan kasus positif. Adapun laporan terbaru hingga Selasa (29/6), penambahan kasus positif perharinya masih menyentuh angka 850 kasus.

RESPONS JUGA : Pasien Melonjak, Pemkot Diminta Gerak Cepat

Selain penambahan harian kasus positif Covid-19 yang sangat tinggi, jumlah yang meninggal dunia karena Covid-19 di DIY juga sangat mengkhawatirkan. Pada hari Selasa (29/6), berdasarkan data dengan sumber yang sama menunjukan sudah ada 1.529 yang terkonfirmasi meninggal karena Covid-19.

Karena itu, dari hasil kajian internal PKS kiranya tidak berlebihan jika meminta Pemda DIY segera melakukan tindakan yang bersifat extraordinary. Menurut Agus Mas’udi angka kasus terkangkit covid-19 bukan sekedar angka statistik, tapi angka yang juga menunjukan banyak keluarga yang kehilangan nyawa saudaranya.

Gus’ud saapaan akrab Agus Mas’udi meminta baik kepada Pemda DIY maupun kabupaten/kota se-DIY tidak ragu untuk mengendalikan mobilitas masyarakat. “Jangan ragu pemda DIY dan kabupaten/kota untuk menutup pusat-pusat keramaian seperti mall/pertokoan dan tempat-tempat wisata sementara waktu, ” ungkapnya.

Partai yang memiliki suara terbesar kedua di DPRD DIY itu juga meminta Pemda DIY melakukan refocusing APBD 2021. Langkah itu dibutuhkan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak langsung pada penutupan kegiatan tersebut.

RESPONS JUGA : Temui HB X, Hubungan Dengan PKS Makin Mesra?

PKS melihat belakangan aturan tentang protokol kesehatan mulai mengendur baik pelaksanaan maupun penegakannya. “Karena itu Pemda DIY dan kabupaten/kota harus tegas dalam menegakan aturan tersebut, ” ucap Gus’ud.

Beberapa seruan PKS lainnya antara lain partai dakwah itu menyatakan kesiapannya menjadi bagian dari solusi dan mitra pemerintah dalam hal sosialisasi, percepatan vaksinasi dan berbagai hal lain yang dibutuhkan oleh pemerintah. Selain itu PKS menyerukan Gerakan “tinggal di rumah saja” dengan sebisa mungkin lebih banyak tinggal di rumah. (Ara/Age).