Rawan Asusila, Pasukan Ojol Perempuan Diminta Berani

RESPONS.id – Menjalani pekerjaan sebagai jasa ojek online (ojol) bukan tanpa ada gangguan. Terlebih bagi kaum hawa, seperti kejahilan penumpang yang menjurus pada tindakan asusila pun rawan terjadi.

Mereka mengakui terkadang menemui customer yang berprilaku diluar kewajaran layaknya penumpang. Hal itu terkuak saat sebanyak 70 perempuan ojol yang tergabung dalam Pasukan Ojol Perempuan (POP) DIY kumpul bareng di taman parkir Shopping Center Kota Yogyakarta, Jumat 17 Juli 2020. Curhatan itu disampaikan saat mereka disambangi oleh Pegiat Sosial dan Perempuan DIY, Yuni Astuti yang sempat viral lewat aksinya wanita bermasker bagi-bagi uang yang dari atas mobil Hummer.

Seperti pengemudi ojol Higness Stephania, gadis 19 tahun dengan paras ayu itu mengaku, kerap mendapat perlakuan tidak senonoh dari penumpang pria.

“Biasanya kalau mendapat customer cowok kepala suka nyender, kadang suka itunya ditempel-tempelin. Terus dimintai nomor wa, kalau nggak dikasih kadang malah marah. Meminta manualan tanpa aplikasi bilang besok jemput saya gitu,” terang Higness saat menyampaikan curhatannya.

Driver ojol asal Kota Jogja yang sudah setahun mengaspal itu mengaku ada beragam modus kejahilan penumpang. Mulai dari menawarkan pekerjaan, ingin menjadi pacarnya hingga iming-iming uang. “Ada yang nawarin saya kerja tapi kerjanya jadi LC (Ladies Companion) dan pijat plus, terus ada yang ingin jadi pacar. Bilang kenapa ga sama saya saja, pacar mbak kan nggak punya uang,” katanya.

Higness yang belum lama tamat sekolah menengah atas itu mulai mendaftar sejak ada pembukaan pendaftaran untuk driver perempuan, setahun lalu. Ia menyadari sebagai driver perempuan memiliki tantangan tersendiri dibanding driver pria. “Iya, tapi saya tetap semangat sih, kalau penghasilan setidaknya bisa untuk angsuran kendaraan,” ungkapnya.

Kejadian yang dialami Higness ternyata jamak dialami pengemudi ojol perempuan. Koordinator POP DIY Dwi Setyowati menyebut, beberapa anggotanya juga sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Dwi mencontohkan, pernah ada anggotanya yang mengantarkan pesanan makanan disekap di kos-kosan. Berhasil dibebaskan setelah meminta bantuan pengemudi ojol pria. Pelecehan juga kerap dialami saat memboncengkan penumpang pria. “Ada yang hingga tangannya pegang-pegang, kalau sudah seperti itu langsung diminta turun saja,” tegasnya.

Mendengar keluhan-keluhan anggota POP DIY, Yuni pun mengaku siap mengadvokasi dan membantu. Dia meminta pengemudi ojol perempuan untuk berani melawan jika dilecehkan. Jika tidak, dia meminta tak segan untuk mengontak nomornya untuk minta bantuan jika ada perlakuan tidak menyenangkan di jalan. “Ada nomor handphone saya, apapun sifatnya pelecehan, segera lapor atau hubungi saya,” tegas Yuni saat memberikan bingkisan.

Isteri Ketua Pemuda Pancasila DIY Faried Jayen itu juga berharap ada perhatian ada perusahaan penyedia aplikasi. Terutama untuk menyediakan tempat beristirahat khusus untuk pengemudi ojol perempuan. Yuni melihat, selama ini tempat istirahat masih bareng dengan pengemudi ojol pria. Kondisi itu membuat pengemudi ojol perempuan tidak nyaman. “Bagaimanapun perempuan lebih mudah capai, kalau mau tiduran pekewuh ada pria,” ungkapnya.

Sekitar 70 ojol perempuan tergabung dalam Pasukan Ojol Perempuan (POP) DIY bersama Pegiat Sosial dan Perempuan, Yuni Astuti.

Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila DIY itu mengaku sengaja menyasar pengemudi ojek online perempuan untuk berbagi karena merasakan bagaimana sulitnya kondisi mereka. Para perempuan ini sebagian besar menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

“Saya ingin sedikit berbagi rejeki kepada mereka. Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka masih harus bekerja dan mengurus anak-anaknya,” ujar Yuni.

BACA: Terkejut Jenguk Pak Lasiyo, Wanita Bermasker Ini Tak Kuasa Membendung Air Mata

Bertemu Wanita Bermasker di Malioboro, Puluhan Tukang Becak dan Ojol Bergembira

Serukan Indonesia Jangan Menyerah, Wanita Bermasker Ini Bantu Ratusan Honorer RS Rujukan Covid 

Dalam kesempatan itu Yuni menyalurkan paket beras serta kebutuhan pendukung kerja Ojol seperti handuk, botol minuman serta tak lupa bagi-bagi uang. Tidak hanya itu, para pedagang kaki lima mulai penjual bakso, lotek, minuman hingga bakso ojek di kawasan itu diborong habis sebagai jamuan konsumsi.

Mereka merasakan ditengah sepinya orderan ojek, bantuan diatas menjadi angin segar sekaligus penyemangat para pengemudi ojek online perempuan. “Bantuan ini sangat berarti, kami sampaikan terimakasih kepada Ibu Yuni Astuti . Sekarang di masa pandemi seperti ini sepi order. Para pengemudi ojek online perempuan lebih memilih melayani pemesanan makanan antar. Kondisi ini dirasa lebih aman dibandingkan memboncengkan penumpang. Kalau perempuan dia pulang rumah dari narik masih harus urus suami dan megang anak-anak. Rentan kalau kena Corona,” ucap Dwi. (Ara)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.