Redam Suhu Politik, Kader HMI Diminta Hadirkan Persatuan

  • Share

RESPONS.id – Menjelang pelaksanan pemilu 17 April mendatang suhu politik kian memanas. Resistensi perpecahan antar sesama anak bangsa menganga lantaran perbedaan dukungan politik. 

Merespons kondisi politik kekinian tersebut Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dituntut mengukuhkan kembali komitmen kebangsaan serta tetap menj Kiaga persatuan. Demikian mengemuka dalam acara silaturahmi nasional dan pidato kebangsaan bertajuk  ‘Mengokohkan Keislaman, Kebangsaan dan Keindonesiaan’ di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Minggu  (31/3).

“Di tengah dinamika politik seperti saat ini, HMI sebagai organisasi besar perlu hadir sebagai perekat sosial kebangsaan, mempertegas komitmennya lagi menjaga bangsa agar terus bersatu,” ujar tokoh alumni HMI Siti Ruhaini Dzuhayatin di sela forum yang dihadiri 500 peserta itu.

Siti yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional itu menuturkan bangsa Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada isu-isu sosial ekonomi politik baik di tingkat nasional dan global yang membutuhkan respons secara dewasa dan matang agar bisa melewatinya dengan baik.

“Untuk merespons isu isu itulah kita butuh menguatkan lagi komitmen kebangsaan secara komprehensif, komitmen moderasi keberagaman kita, di titik itulah HMI perlu hadir,” ujarnya.

Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional, Siti Ruhaini Dzuhayatin

Siti menambahkan sebagai organisasi besar yang usianya hampir sama tua dengan hari kemerdekaan Indonesia, HMI memiliki pengalaman panjang dalam merekatkan tali kebangsaan. Para kader HMI tersebar di berbagai pelosok tanah air.

“Kader HMI berasal dari berbagai kalangan, berbagai daerah Indonesia, namun selama ini bisa tetap bersatu,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam sambutan forum itu menuturkan di tengah situasi dinamika bangsa jelang pemilu 2019, sikap perselisihan, ujaran kebencian hingga hoax hampir menjadi sesuatu yang kerap mewarnai dunia nyata maupun maya.

Dengan situasi itu, Paku Alam berharap HMI berperan menjadi organisasi yang bisa terus menjaga persatuan antar anak bangsa serta membawa Islam menjadi rahmatan lil alamin. Dengan persatuan itu  Indonesia diharapkan makin menjadi negara besar yang matang menatap kemajuan zaman.

Ketua Penyelenggara (Steering Committee) acara itu, Retna Susanti mengatakan, silaturahmi dan pidato kebangsaan digelar berangkat dari keperihatinan bersama Keluarga Besar HMI. Baik Kader maupun Alumni HMI atas fenomena politik dimana potensi perpecahan antar sesama anak bangsa semakin meruncing.

“Kita bisa merasakan bersama apa yang terjadi di tengah masyarakat di tahun politik ini. Tak jarang gara-gara beda pilihan politik, beda Capres, sesama saudara bertengkar.  Ini yang membuat kami prihatin,” ujarnya.

Menurutnya banyak factor penyebab kenapa DIY juga berpotensi rawan konflik politik. Yogyakarta, kata dia, di sisi lain kota Pelajar dan Kota budaya, namun di lain sisi pengguna Sosial Media (Sosmed) juga tinggi.

“Konflik politik salah satunya dipicu Sosmed. Banyak kampanye hitam yang tidak mendidik jelang Pemilu 2019 ini, termasuk politisasi Agama, hoax, fitnah, ujaran kebencian dan segala bentuk kekerasan. Kami keluarga Besar HMI menolak itu semua,” ujar Retna yang alumni HMI Cabang Bulaksumur

Keluarga Besar HMI yang hadir mengikuti pidato Kebangsaan di Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY.

Menurutnya banyak factor penyebab kenapa DIY juga berpotensi rawan konflik politik. Yogyakarta, kata dia, di sisi lain kota Pelajar dan Kota budaya, namun di lain sisi pengguna Sosial Media (Sosmed) juga tinggi.

“Konflik politik salah satunya dipicu Sosmed. Banyak kampanye hitam yang tidak mendidik jelang Pemilu 2019 ini, termasuk politisasi Agama, hoax, fitnah, ujaran kebencian dan segala bentuk kekerasan. Kami keluarga Besar HMI menolak itu semua,” ujar Retna yang alumni HMI Cabang Bulaksumur.

Oleh karenanya, pihaknya menggelar pidato kebangsaan sebagai upaya meredam potensi perpecahan antar sesama masyarakat, untuk mendorong terlaksananya pemilu yang damai dan berkeadaban.

“Kami Keluarga Besar HMI DIY mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya Yogyakarta, apapun referensi politik kita, mari kita saling menghargai. Mari kita jaga dan rawat bersama-sama Yogyakarta istimewa ini agar tetap berhati nyaman,” ujarnya.


Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh seperti Drs. Suwarsono Muhammad, M.A (Penasihat KPK 2013-2015, Ketua Badan Wakaf UII), Dr. Senawi, M.P (Dirmawa UGM 2012-2017, Lurah Kemahasiswaan Nasional 2013-2017), dan Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M. Ag (Dosen PascaSarjana UNY). (*)






  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.