Siap Oposisi, Inilah Para Ketua Baru PKS di DIY

RESPONS, JOGJA – Sukses pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY, dilanjutkan dengan menggelar Musda secara serentak di lima Kabupaten/Kota se-DIY. Seluruh pengurus baru periode 2020-2025 baik di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo siap melakukan oposisi kepada pemerintah.

Ketua DPW PKS DIY Agus Mas’udi mengatakan rekomendasi keputusan Muswil ke-5 PKS DIY tetap berada dalam rel (jalur) oposisi terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa, hingga di tingkat daerah di DIY.

Sikap tersebut menegaskan dukungannya terhadap sikap politik DPP PKS sebagai oposisi yang konstruktif. “Demokrasi akan berjalan sehat, dengan adanya penyeimbang. Sikap kami di DPR RI yang konsisten memperjuangkan rakyat, sejalan dengan sikap masyarakat meski sebagian dari masyarakat itu pada pemilu lalu tidak memilih PKS,” kata, Gus’ud, Kamis (31/12).

Musda ke-5 PKS se-DIY telah dilaksanakan secara serentak pada Senin (28/12) secara virtual. Musda berhasil menetapkan kepengurusan baru DPD PKS di lima Kabupaten/Kota.

Khusus untuk posisi Ketua dan Sekretaris terdiri dari DPD PKS Kota Jogja Ketua Nasrul Khoiri, Sekretaris Budi Wiyarno. Di DPD PKS Sleman, untuk Ketua Indra Gumelar dan sebagai Sekretaris Yani FR.

Sedangkan Ketua DPD PKS Bantul, Agung Laksono dengan Sekretaris Misko B. Dua Kabupaten lain, DPD PKS Kulonprogo diketuai oleh Suharmanto dan sebagai Sekretaris Arif Rahman. Sementara Tri Iwan dan Anang Sutrisno sebagai Ketua dan Sekretaris DPD PKS Gunungkidul.

Ketua DPD PKS Bantul Agung Laksono juga menegaskan sikap oposisinya terhadap Pemerintah Kabupaten Bantul. Menurutnya, PKS Bantul tetap menjaga komunikasi politik yang baik dengan kepemimpinan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo meski Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantul yang diusung PKS, Suharsono-Totok Sudarto gagal memenangkan pilkada Bantul 2020. “Kita siap bekerjasama dan PKS akan menjadi partai oposisi yang konstruktif bukan asal beda pendapat,” katanya.

Gus’ud panggilan akrab Agus Mas’udi saat ditanya terkait dampak kekalahan pasangan kepala daerah yang diusung oleh PKS di Pilkada 9 Desember lalu, dianggapnya sebagai kompetisi politik.

“Kalah dan menang dalam sebuah kompetisi sudah biasa, memang sempat shock dan kaget karena di luar ekspektasi, tapi segera bangkit,” katanya.

RESPONS TERKAIT:

Gus’ud Jabat Ketua PKS DIY, Inilah Formasi Baru di Rel Oposisi

Dekati Milenial, PKS Ganti Logo

PKS DIY Gelar Lomba Baca Kitab Kuning IV

F-PKS Tegaskan Haram Normalisasi Dengan Israel

Harwanta Pimpin PAN DIY

Pasangan Kepala Daerah usungan PKS di DIY gagal memenangkan dalam kontestasi Pilkada serentak baik di Sleman (pasangan Sri Muslimatun-Amin Purnomo), Gunungkidul (pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto), dan Bantul (pasangan Suharsono-Totok Sudarto).

Gus’ud mengatakan langkah-langkah politik PKS di Yogyakarta kedepan antara lain meningkatkan perolehan suara di atas 15%, memenangkan Pilkada, meningkatkan jumlah anggota serta memperkokoh struktur sampai tingkat ranting. (Age)