Silaturahmi PKS dan Muhammadiyah Jogja, Sampaikan Tiga Hal

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogja Akhid Widi Rahmanto secara simbolis menerima tanda kenangan dari Ketua DPD PKS Kota Jogja Nasrul Khoiri dalam silaturahmi di Kantor PDM Kota Jogja, Selasa (25/5). Foto : Ara respons

RESPONS, JOGJA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Jogja melakukan silaturahmi ke Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogja, Selasa (25/5) petang. Dalam pertemuan itu PKS menyampaikan setidaknya tiga isu publik dan keumatan.

Ketua DPD PKS Kota Jogja Nasrul Khoiri mengatakan tiga hal yang saat ini menjadi konsen PKS di Kota Jogja. Pertama, memastikan penanganan covid-19 berjalan dengan lancar. Selama ini situasi pandemi yang telah membawa pola pembelajaran melalui daring berdampak terhadap meningkatnya kekerasan. “Bahkan terjadi peningkatan pernikahan dini ataupun dispensasi,” terang Nasrul.

RESPONS JUGA : PKS Kecam Serangan Israel di Masjid Al-Aqso

Berikutnya, terkait terganjalnya upaya pembentukan Perda pendirian BPR Syariah yang saat ini belum dapat diwujudkan. Menurut Nasrul pendirian BPR Syariah merupakan amanah yang tertuang dalam RPJMD 2017-2022, sebagai turunan dari janji kampanye walikota-wakil walikota Jogja yang akan berkahir pada 2022 mendatang.

Ketiga, memperkuat ukhuwah dari ancaman disintegrasi akibat pandangan-pandangan politik yang semakin tajam. Menurutnya, penting untuk terus merawat bangunan kerukunan di tengah masyarakat Kota Jogja.

RESPONS JUGA : PKS Jogja Bagikan Kartu Migunani Untuk Diskon Belanja

Nasrul mengibaratkan kunjungan ke PDM Jogja seperti murid sowan ke gurunya. Ia ingin banyak mendengar nasehat dari para tokoh Muhammadiyah di Kota Jogja. “Selain itu momentumnya syawalan, memang ada beberapa tema yang dibahas dalam pertemuan karena Muhammadiyah adalah bagian penting dari elemen masyarakat yang harus kami dengarkan masukannya dan kami laksanakan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PDM Kota Jogja Akhid Widi Rahmanto dalam sambutan menyebutkan PKS sebagai organ politik sedangkan Muhammadiyah berada di organ dakwah sosial kemasyarakatan. Sebenarnya keduanya menjadi tugas dan tanggung jawab bersama, asal kembali pada masalah keumatan. “Dan, saya melihat dalam konstalasi politik saat ini, tampaknya yang masih konsisten tinggal PKS. Itu saya ngomong apa adanya,” katanya.

Akhid menyebutkan Muhammadiyah Kota Jogja salalu menunggu produk produk politik yang berpihak kepada umat, yang dihasilkan oleh partai politik. “Monggo saja, tentu kami menunggu produk-produk politik yang sesuai dengan khittah dan perjuangan persyarikatan Muhammadiyah, ” tutur Akhid.

RESPONS JUGA : Gandeng Menko PMK, Muhammadiyah Tekan Konsumsi Rokok

Akhid juga menyinggung pentingnya mengawal keistimewaan DIY. Menurutnya bagaimana danais bisa produktif untuk kepentingan masyarakat. “Maka kami berharap teman-teman PKS bisa ikut mengawal,” ucapnya.

Selain PKS sejumlah partai politik telah melakukan silaturahmi di PDM Kota Jogja. Antara lain Partai Nasdem, Partai Ummat dan PAN. Menurut Akhid, Muhammadiyah sangat terbuka dengan partai mana pun yang ingin bersilaturahmi. Menemui parpol hakekatnya bukan soal dukung mendukung, namun agar bisa bersama-sama memecahkan persoalan di tengah masyarakat. “Siapa pun yang ingin bersilaturahmi tentu akan kami temu dengan senang hati,” katanya.

Dalam pertemuan itu hadir para pengurus harian DPD PKS Kota Jogja beserta anggota Fraksi PKS DPRD Kota Jogja yang ditemui sejumlah pengurus PDM Jogja. Dalam diskusi itu beberapa hal terkait aspirasi juga disampaikan beberapa jajaran PDM Jogja. (Ara)