Soal Capres, Lanyalla : Kalau Takdir Kenapa Tidak

Ketua DPD RI, Lanyalla Mahmud Mattalitti dikerubungi para pendukung usai acara pembentukan relawan sosialisasi program-program DPD RI, di pendopo Jawir Creative Communal Space, Yogyakarta, Minggu (6/6). Foto : respons

RESPONS, JOGJA – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 memang masih lama, namun bagi tokoh yang menjaga peluang menuju kursi istana negara tetaplah membutuhkan kesiapan waktu jauh-jauh hari.

Salah satu tokoh nasional yang tidak manampik kemungkinan maju dalam konstalasi calon presiden (capres) 2024 adalah Ketua Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Lanyalla Mahmud Martalitti. Sebagai pimpinan senator, belakangan ia cukup intens terjun ke daerah daerah melakukan serap aspirasi. Di DIY, Lanyalla membentuk jaringan Tim Relawan untuk sosialisasi program DPD RI, mereka diantaranya terdiri para guru honorer di DIY.

RESPONS JUGA : DPD RI Dorong UMKM Survive Ditengah Pandemi

“Kami lah orang-orang dari daerah, yang bukan berasal dari partai politik, yang bekerja untuk daerah. Mewakili daerah dan memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Tim Sosialisasi DPD RI yang hari ini berkumpul dan bersilaturahmi di Yogyakarta,” terang Lanyalla saat menyampaikan sambutan Pembentukan Tim Relawan untuk Sosialisasi Program DPD RI, bertempat di pendopo Jawir Creative Communal Space, Yogyakarta, Minggu (6/6).

Lanyalla juga berkomitmen akan memperjuangkan nasib para guru honorer. “Kita akan memperjuangkan guru-guru honorer tanpa ada embel-embel apapun,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu bersama rombongan anggota DPD RI lainnya, Lanyalla mengenalkan tagline kerja DPD RI “Dari Daerah Untuk Indonesia”. Kalimat tersebut tidaklah sekedar kalimat semata tapi untuk meneguhkan diri sebagai perwakilan daerah. “Kami lah orang-orang daerah yang berasal bukan dari partai politik yang memperjuangkan kepentingan daerah di pusat,” katanya.

RESPONS JUGA : Afnan Tegaskan Jabat DPD Untuk Periode Terakhir

Disamping membangun jaringan relawan tersebut, Lanyalla juga menyinggung konstitusi negara yang menutup ruang DPD mencalonkan presiden. Menurutnya, ada ketidakadilan dalam amandemen MPR RI tahun 2022. “Lucunya DPD RI tidak boleh menyalonkan presiden. Kami punya hak untuk mencalonkan presiden. Kami punya keyakinan. Kami akan perjuangkan hak itu, kalau Allah mau pasti jadi,” tutur dia.

Ketua DPD RI, Lanyalla Mahmud Mattalitti dikerubungi para pendukung usai acara pembentukan relawan sosialisasi program-program DPD RI, di pendopo Jawir Creative Communal Space, Yogyakarta, Minggu (6/6). Foto : respons

Terkait kemungkinannya maju capres, La Nyalla pun tidak akan menampik jika akhirnya takdir berpihak kepadanya. Ditanya media, apakah siap menjadi presiden? “Kalau takdir kenapa tidak,” jawab singkat, Lanyalla.

Ditanya lagi, berarti ada tujuan kearah sana (maju capres)?, “Semua punya tujuan dan cita-cita yang baik,” ucap dia diatas mobil dinasnya seraya aparat pengawalnya menutup pintu mobil.

Sebelum menggelar sosialiasi tersebut, Lanyalla yang didampingi sejumlah anggota DPD RI mengunjungi masjid Jogokaryan. Turut mendampinginya, dari DIY ada Hilmy Muhammad, sementara anggota DPD RI lainnya seperti GKR Hemas, Afnan Hadikusumo dan Cholid Mahmud, tidak terlihat di acara sosialisasi tersebut. (Ara)