Talut Ambrol di Tambakbayan Ancam Pemukiman Warga

RESPONS, JOGJA – Pemukiman warga di RW 05, Babarsari, Tambakbayan, Depok, Sleman rawan terjadi longsor. Sebab, bangunan talut sepanjang sekitar 150 meter di jalur Kali Opak, yang berada di sebelah timur kampung tersebut, sudah lama ambrol dan hingga kini belum diperbaiki.

Kondisi di lapangan terpantau beberapa rumah yang berdekatan dengan Kali Opak sudah tidak layak huni, ada juga rumah yang sudah ditinggalkan warga. Pun keselamatan warga terancam karena sewaktu-waktu bisa datang longsor.

Ketua RW 05 Babarsari, Basuki Rahmat menjelaskan aliran sungai Kali Opak sejak dibangun bendungan di sebelah utara aliran airnya bergeser ke barat. Menurutnya, tanah longsor tidak hanya waktu terjadi banjir saja namun saat terjadi hujan walupun tidak disertai dengan banjir keadaannya sudah semakin membahayakan.

RESPONS JUGA:Sanitasi Buruk, Pasar Pakem Langganan Banjir

“Warga kami yang bermukim dekat tebing merasa was-was, misal ada pondasi rumah tidak menginjak tanah lagi,” terang Basuki saat menyampaikan keterangan dalam kunjungan lapangan Komisi C DPRD DIY yang didampingi dari Dinas PU-ESDM dan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWS-SO) di RW 05, Babarsari, Tambakbayan, Depok, Sleman, Selasa (23/2).

Tokoh masyarakat yang sudah berkali-kali menjabat Ketua RW itu mengatakan untuk ketinggian tebing bertingkat, dari mulai sekitar lima meter hingga sepuluh meter.

Menurutnya, beberapa rumah dibangun diatas tebing karena saat itu secara ekonomi warga tidak mendukung. Kemudian ada bantuan dari pemerintah untuk pembangunan rumah diatas tebing, tersebut. “Meskipun baru dilihat, baru dicatat keluhan warga ini harapan kami bisa sampai kepada pemerintah untuk segera ditidaklanjuti,” ucap Basuki.

Sekretaris Desa Caturtunggal, Aminudin Aziz mengatakan jika talut yang ambrol itu tidak segera diperbaiki tentu akan sangat membahayakan. Harapannya, pemerintah segera menganggarkan untuk perbaikan talut. “Syukur-syukur bisa dianggarkan di 2021, kalau tidak bisa dilakukan perbaikan perbaikan ringan dahulu,” pintanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga meminta kepada Dinas PU-ESDM segera merespons dan mencarikan solusi atas keluhan warga tersebut. “Prinsipnya kami ingin cepat. Urusan kayak begini paling enggak seneng, saya sering ngamuk-ngamuk,” ujar politisi PDIP, itu.

Gimmy meminta agar warga ataupun pihak kelurahan membuat surat kepada Komisi C DPRD DIY, kemudian pihaknya akan meneruskan kepada pihak yang berwenang mengeluarkan anggaran. “Silahkan membuat surat, nantinya kami akak teruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, juga kepada BBWS,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga saat menanggapi keluhan warga terkait talut ambrol di Tambakbayan.

RESPONS JUGA:Aktivitas Kegempaan Merapi Berangsur Menurun

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWSO Soni Santoso mengatakan kerusakan talut dengan panjang sekitar 150 meter, sudah lama. Menurutnya penanganan wilayah sungai Serayu-Opak dapat dilakukan jika antara lain jika ada kerusakan, ada permintaan masyarakat, serta ada ada perencanaan design. “Untuk design menyesuikan di lapangan, ketika kerusakan itu berat perlu perencanaan. Kami akan segera laporkan kepada Balai Besar, ” ucap dia..

Adapun terkait kegiatan di 2021, jika memungkinkan akan disampaikan dalam program padat karya. “Padat karya bagian yang terdampak karena ada kerusakan, dan juga karena covid. Belum tau apakah kami dapat atau tidak, nanti akan diusulkan,” katanya.

Kepala Bidang Sumber Data Air dan Drainase Dinas PU-ESDM DIY R. Tito Asung Kumoro Wicaksono mengaku pihaknya pernah menangani tebing sungai namun lantaran Bappeda menyatakan bahwa penanganan tebing menjadi kewenangan pusat. “Karena itu jika ada keluhan masyarakat maka disampaikan kepada pusat dalam hal Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, ” tutur dia. (Age)

Response (1)

Comments are closed.