Terjebak Pinjaman Online yang Resahkan Warga

  • Share

RESPONS, JOGJA – Hati-hati dengan penawaran pinjaman melalui aplikasi online. Modusnya memberikan bantuan pinjaman uang, namun untuk mengembalikannya mencekik korban karena nilainya dua kali lipat dari nilai pinjaman. Tak hanya itu, teror ancaman dan pencemaran nama baik korban menjadi sasaran jika terlambat mengembalikannya.

Kasus tersebut saat ini tengah meresahkan warga di Jogja. Salah satunya Joko Prasetyo Negoro (39), seorang karyawan swasta warga Nitikan Yogyakarta kini terpaksa meradang. Ketidaktahuannya mengakses aplikasi pinjaman online kini berbuntut panjang, membuat nama baiknya tercemar hingga psikologis keluarga terganggu.

Cerita Joko dimulai sejak sepuluh hari lalu, saat ia mengakses sebuah aplikasi pinjaman. Tawaran bantuan pandemi Covid, membuatnya tergiur hingga tak menyadari adalah pinjaman. “Saya tidak tahu, klik-klik saja, sempat foto juga, berikan nomor rekening juga tapi tidak periksa rekening, tahu-tahu kok ditagih, ” terang Joko kepada media, Rabu (13/1).

Menurutnya, jatuh tempo pinjaman online itu hanya berjangka waktu tujuh hari. Ketika itu dirinya mendapatkan informasi jika mendapatkan pinjaman Rp 800 ribu. Pelaku kemudian melakukan penagihan dengan cara menebar teror dan ancaman melalui nomor hp miliknya dan orang orang sekitar yang berkontak dengan dirinya.

“Penagih juga melakukan teror pada kontak-kontak nomer orang sekitar, yang sejak sepuluh hari terakhir berkomunikasi dengan saya. Bilang katanya saya maling, pencuri, diancam kalau tidak bayar maka keluarga jadi tumbal,” beber dia.

Joko mengaku terganggu secara psikologis, bahkan dirinya merasa rikuh dengan beberapa teman karena disangka dirinya menjaminkan nomor mereka untuk pinjaman. “Padahal tidak pernah saya lakukan, sama sekali. Saya minta maaf pada teman-teman saya yang ikut terkena imbasnya karena situasi yang saya hadapi,” ungkapnya.

Bukan itu saja, kontak aplikasi Whatsapp milik Joko bahkan dibuat grup berisi Joko sendiri dan penagih. Nama grup itu pun dirasa begitu mendiskreditkan yakni “Joko Penipu Maling” dengan foto grup bergambar dirinya dengan foto KTP.

Joko mengaku sudah melaporkan kejadian yang menimpanya pada pihak kepolisian. Joko juga sudah berdialog dengan LBH Aisyiyah dan sudah berkomitmen untuk membantu mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi.

RESPONS JUGA:Ketua DPRD DIY Dorong Danais Tangani Covid-19

Covid-19 Melonjak, Huda Desak Pembatasan Tempat Umum

“Saya masih diamkan saja ini dibuat grup, tapi saya sudah melapor ke Polresta Yogyakarta atas dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan,” katanya.

Tak sampai itu, Joko bersama LBH juga akan mendatangi OJK untuk meminta pendampingan lebih lanjut mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. “Harapannya saya menjadi korban terakhir, saya tak ingin masyarakat lain mengalami hal serupa yang tentu sangat tidak mengenakkan menyangkut nama baik,” tandas dia. (Age)

  • Share